"Kesejahteraan lansia kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah baik kesehatan maupun sosial. Permasalahan itu perlu menjadi perhatian bersama dengan meningkatnya harapan hidup lansia," ucap Ketua Komite III DPD RI Dedi Iskandar Batubara dalam keterangan tertulis, Selasa (9/10/2018).
Dedi yang hadir saat RDPU membahas 'Permasalahan Kesejahteraan Lanjut Usia' di Gedung DPD RI, menambahkan, untuk sektor kesehatan seharusnya pemerintah tidak hanya mengatasi penyakit lansia, melainkan memberikan semangat hidup atau dukung moril. Sehingga masyarakat bisa memberikan kesempatan dan ruang bagi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Anggota Komite III DPD RI Ahmad Sadeli Karim menilai di sekolah saat ini sudah tak ada lagi pelajaran budi pekerti. Hal tersebut mengakibatkan kurang perhatiannya kepada orang tua dan para lansia.
"Pelajaran budi pekerti merupakan basic bagi generasi muda. Maka saat ini kebanyakan anak-anak sekarang tidak peduli dengan orang tua," papar dia.
Sadeli juga meminta kepada pemerintah agar pelajaran budi pekerti bisa diterapkan kembali di sekolah-sekolah. Selain itu, keluarga juga menjadi faktor penting untuk bisa saling mengerti antara anak dan orang tua.
"Tentunya kita harus mengusulkan pemerintah agar pelajaran itu bisa diterapkan kembali," ungkapnya.
Di sisi lain, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Euis Sunarti menjelaskan kesejahteraan lansia merupakan keniscayaan, mengingat jumlah lansia di Indonesia semakin meningkat.
"Berdasarkan data proyeksi penduduk diperkirakan tahun 2017 terdapat 23,66 juta jiwa penduduk lansia," tegas dia.
Ia menambahkan prediksi jumlah penduduk lansia tahun 2020 akan sebanyak 27,08 juta, tahun 2025 33,69 juta, dan 2035 sebanyak 48,19 juta. Menuutnya, dari tahun 2015 Indonesia telah memasuki era penduduk menua karena jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas melebihi 7%.
"Komposisi penduduk tua bertambah dengan pesat disebabkan penurunan angka kelahiran, kematian, dan peningkatan angka harapan hidup," cetusnya.
Euis menambahkan, kesehatan menjadi permasalahan yang mendominasi penduduk lansia dan menyebabkan menurunnya kemampuan fisik dan mental. Alhasil mereka membutuhkan peningkatan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Pusat Kajian dan Layanan Lansia Tukino mengatakan penuaan penduduk menjadi isu yang dihadapi banyak negara tak terkecuali Indonesia. Namun seharusnya para lansia masih dapat berpartisipasi dan aktualisasi diri.
"Maka lansia tidak selalu dinilai dari segi ekonomi," ujar dia.
Ia menilai permasalahan yang mendominasi penduduk lansia di Indonesia, yaitu proporsi lansia semakin besar sehingga memerlukan perhatian dan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pembangunan.
"Proses penuaan memiliki tiga aspek yaitu biologis, ekonomi, dan sosial. Tiga hal ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah' bersama," pungkasnya. (idr/idr)











































