Imbas Blackout 18/8
Sinyal KRL Terganggu Sejak 06.22
Jumat, 19 Agu 2005 09:30 WIB
Jakarta - Listrik Jawa-Bali memang sudah mengalir normal setelah terjadi blackout Kamis kemarin (18/8/2005). Tapi apesnya, dampak mati lampu Jawa-Bali itu masih terasa hingga Jumat (19/8/2005) ini. Korbannya adalah PT KA Daops I Jabotabek.Puluhan perjalanan kereta api listrik (KRL) yang mengandalkan arus listrik terganggu karena mengalami gangguan sinyal di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Gangguan ini terjadi sekitar pukul 06.22 WIB."Sepertinya pengaruh kemarin (mati listrik)," kata Humas PT KA Daops I Jabotabek Ahmad Sujadi pada detikcom pukul 09.00 WIB.Dijelaskan, alat persinyalan di Gambir selama ini tidak pernah mati. "Bisa jadi karena kemarin tiba-tiba ada pemadaman listrik, alatnya terus kaget, sehingga ada komponen atau alat yang mengalami gangguan," papar Sujadi.Hingga saat ini bagian teknik masih sibuk meneliti kerusakan, misalnya dengan mengetes kabel-kabel. "Sampai sekarang sumber kerusakan belum ketemu," kata Sujadi.Sinyal di Gambir diatur secara elektrik. Tapi gara-gara ada gangguan itu, terpaksa dilakukan secara manual. Komunikasi antara masinis dan petugas pengatur jalur KRL dilakukan lewat handy talkie (HT). "Jadi harus pakai tenaga manusia untuk mengganti-ganti jalur," kata Sujadi.Akibat kerusakan sinyal ini, terjadi antrean perjalanan KRL. Rata-rata KRL mengalami keterlambatan minimal 20 menit. KRL tertumpuk di sejumlah stasiun menunggu giliran berjalan, misalnya di Stasiun Jatinegara dan Manggarai. Penumpukan penumpang pun tak terhindarkan.Sujadi belum bisa memastikan kapan KRL kembali berjalan normal. "Soalnya bagian teknis belum menemukan pangkal kerusakan. Nanti kalau sudah normal akan kami beritahu," demikian Sujadi.Apakah peralatan rumah/kantor Anda juga mengalami gangguan/rusak akibat mati listrik kemarin? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































