PPI Yaman: Jangan Kaitkan Masalah di Oman dan Kasus Habib Rizieq

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 09 Okt 2018 19:09 WIB
Ketua PPI Yaman Izzuddin Mufian Munawwar. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Dikabarkan FPI, salah satu putri Habib Rizieq Syihab ikut tertahan bersama ratusan pelajar Indonesia di Oman. Mereka tak diizinkan menyeberang kembali ke Yaman, tempat mereka menuntut ilmu. Namun Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman menolak pengaitan masalah pelajar ini dengan kasus Rizieq.

"Jangan mengaitkan masalah ini dengan kasus pencekalan Habib Rizieq di Saudi. Sangat tidak relevan," kata Ketua PPI Yaman, Izzuddin Mufian Munawwar, kepada detikcom, Selasa (9/10/2018).


Dia menyebut ada 160 mahasiswa yang tertahan di Oman dan tidak bisa menyeberang kembali ke Yaman. Soal adanya putri Rizieq di antara 160 orang itu, Izzuddin baru tahu informasi tersebut dari pemberitaan media massa sejak Senin (8/10) kemarin.

"Saya tahunya dari media kemarin," kata dia.

Ratusan orang itu masih bertahan di Salalah, Oman. Mereka sudah bertahan selama tiga pekan. PPI Yaman kini sedang menantikan solusi dari KBRI Yaman supaya bisa dibantu menyeberang ke Yaman kembali. Baginya, memperjuangkan pelayanan yang baik dari KBRI bukanlah urusan satu orang, misalnya karena di antara mereka ada putri seorang Rizieq Syihab.


"Kami tidak memperjuangkan hal ini karena satu individu, tapi untuk pelajar Yaman secara keseluruhan," kata Izzuddin.

"Saya minta tolong jangan ditarik-tarik ke ranah politik, karena ini murni kasus WNI yang telantar karena tidak ada respons pemerintah, khususnya KBRI," tandasnya.

Sebelumnya, kabar tertahannya para warga Indonesia di Oman karena tak bisa menyeberang ke Yaman disuarakan oleh juru bicara FPI Slamet Ma'arif. Dia menyebut putri Habib Rizieq Syihab menjadi satu dari ratusan orang yang tertahan dan kini berada di Salalah, Oman. Sebelumnya, dikabarkan jumlah mahasiswa dan santri yang tertahan sekitar 200 orang.


"Putri Habib Rizieq dihadang di Oman," kata juru bicara FPI, Slamet Ma'arif, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (8/10) kemarin.

Menjawab Slamet, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan bukan pihaknya dan KBRI Oman yang melarang 200 WNI, termasuk putri Rizieq, ke Yaman, melainkan negara Oman sendiri yang melarang orang asing menyeberang ke Yaman.

"Semua WNA dilarang. Yang melarang mereka menyeberang perbatasan adalah pemerintah Oman karena sejak Mei 2018 mereka sudah memutuskan tidak mengizinkan warga asing mana pun keluar/masuk perbatasan Oman dari dan ke Yaman," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal. (dnu/tor)