PPP: Kelompok Khittah Pendukung Prabowo Caleg Gagal!

PPP: Kelompok Khittah Pendukung Prabowo Caleg Gagal!

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 09 Okt 2018 19:07 WIB
PPP: Kelompok Khittah Pendukung Prabowo Caleg Gagal!
Kelompok yang menamakan diri PPP Khittah Nasional keluar dari garis partai dengan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Edzan Raharjo/detikcom)
Jakarta - Kelompok yang menamakan diri PPP Khittah Nasional keluar dari garis partai dengan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PPP meminta semua kader tak terpengaruh manuver liar.

"Kami meminta seluruh kader PPP tetap solid dalam satu barisan dan tidak terpengaruh oleh manuver liar," ujar Ketua Departemen Pemuda DPP PPP Aji Tanjung dalam keterangannya, Selasa (9/10/2018).


Aji menegaskan DPP PPP yang sah adalah hasil muktamar Pondok Gede dengan Ketum M Romahurmuziy dan Sekjen Arsul Sani. "Jika ada PPP lain di luar, itu adalah ilegal," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam AD/ART maupun dokumen kenegaraan, Aji menegaskan tidak ada namanya PPP Khittah karena memang ilegal. Selain itu, sejumlah pengurus PPP Khittah yang mendukung Prabowo disebut Aji orang-orang gagal.

"Mereka yang berkumpul di sana seperti Syukri Fadholi maupun Tamam Achda merupakan caleg gagal yang tak bisa mendapatkan kursi parlemen di era suara terbanyak. Bisa dicerna sendiri orang yang tak terpilih ke Senayan, apa bisa dipercaya laku di masyarakat," katanya.


Karena rekam jejak Syukri dan Tamam itulah Aji meminta kader PPP solid. PPP tegas mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Selain itu, Syukri Fadholi dan Tamam Achda sejak awal merupakan pendukung Djan Faridz, yang saat ini nyata-nyata sudah kocar-kacir," katanya.

Sejumlah politikus yang tergabung dalam PPP Khittah Nasional di DIY menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Sikap tersebut bertentangan dengan sikap resmi DPP PPP yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.


PPP Khittah Nasional diklaim berisi politikus senior dari kubu Djan Faridz maupun kubu Romahurmuziy. PPP Khittah, yang dipimpin Tamam Achda, secara resmi dideklarasikan pada 4 Mei lalu di Yogyakarta.

"PPP DIY, yang kemudian dengan label khittah sebagai gerakan moral itu, kemudian menolak kepada DPP mendukung Jokowi ini," kata Wakil Ketua PPP Khittah, Syukri Fadholi. (gbr/nvl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads