Titik Api di Riau Berada di Areal Eks HPH
Jumat, 19 Agu 2005 08:33 WIB
Jakarta - Titik api (hot spot) yang menyebabkan kebakaran hutan dan ladang di Riau dan perbatasan Sumetera Utara berada di areal eks HPH. Ketidakpastian status lahan menyebabkan lahan itu dijadikan lahan perkebunan. Berdasarkan hasil pemantauan hot spot dengan menggunakan satelit NOAA-16 AVHRR dan NOAA-12 AVHRR sejak Agustus 2005 menunjukkan perbatasan Sumatera Utara dan Riau terutama di kabupaten Rokan Hiilir memiliki sebaran hot spot terbanyak. Banyaknya titik api itu berasal dari pembukaan lahan yang biasa dilakukan pada musim kemarau. Ladang dibakar secara sengaja untuk mempercepat proses pembukaan lahan.Titik api yang paling banyak terdeteksi menurut Forest Watch Indonesia (FWI) paling banyak ditemukan di bagian Utara Kabupaten Rokan Hilir seperti di Kecamatan Pasir Limau, Kecamatan Kubu, Kecamatan Pujud dan Kecamatan Simpang Kanan. "Kawasan ini yang berbatasan langsung dengan Sumut ini memiliki daerah hutan yang haknya dikonsesikan kepada perusahaan HPH, Perkebunan dan HTI," kata FWI dalam siaran persnya yang diterima detikcom di Jakarta, Jumat (19/8/2005).Berdasarkan data FWI, kebakaran itu berada di areal eks HPH yang dikelola oleh PT Inti Prona, PT Sylva Bina Timber Coy, PT Cipta Jaya Andalas Timber dan PT Essa Indah Timber. Saat ini, dampak negatif akibat aktivitas pembakaran lahan itu masih belum terlalu dirasakan masyarakat Riau. Namun dampak negatifnya justru lebih banyak menimpa Malaysia dan Sumatera bagian Utara.
(mar/)











































