detikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 17:06 WIB

Ini Lho Deretan Dampak Positif IMF-World Bank bagi Bali dan RI

Aditya Mardiastuti - detikNews
Ini Lho Deretan Dampak Positif IMF-World Bank bagi Bali dan RI Gubernur Bali I Wayan Koster (Aditya/detikTravel)
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menepis anggapan bahwa penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting merupakan pemborosan. Sebab, sebagai tuan rumah, Bali mendapatkan sejumlah keuntungan dari sisi infrastruktur.

"Bagi Bali, khususnya dukungan peningkatan infrastruktur untuk peningkatan perekonomian. Pertama perluasan apron Bandara Ngurah Rai seluas 8 hektare, ini berakhir tidak sampai di sini, akan terus berlanjut supaya area parkirnya makin luas, dan perpanjangan runway dalam waktu tiga tahun ke depan sampai selesai. Kita mendapatkan program yang mendukung upaya kita di Bali untuk proyek infrastruktur," kata Koster di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Selasa (9/10/2018).


Koster kemudian memaparkan infrastruktur lain yang penyelesaiannya dibantu pemerintah, seperti Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang jadi kini jadi ikon Bali, hingga underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Koster menyebut kehadiran underpass Simpang Tugu Ngurah Rai itu membantu mengatasi macet di kawasan tersebut.

"Program infrastruktur underpass Simpang Tugu Ngurah Rai sekarang sudah selesai dan difungsikan. Dulu macet, sekarang berubah, mengurangi macet 30-40 persen, ini suatu program yang kita butuhkan untuk meningkatkan pelayanan transportasi di Bali," jelasnya.


Tak hanya itu, keuntungan lain yang diperoleh Bali adalah pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sarbagita di Suwung. TPA yang sebelumnya jorok itu berangsur mulai tertata rapi.

"Program pengelolaan TPA Suwung sekarang sudah rapi, bertumpuk-tumpuk nggak selesai. Andaikata kalau tidak ada pertemuan IMF, bau lagi, sekarang sudah selesai karena pemerintah tidak mau dipermalukan. Apalagi dengan pertemuan ini, para tamu wira-wiri di jalan tol itu. Tapi ini belum tuntas, masih akan diselesaikan," jelasnya.


Koster kemudian memerinci anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Di antaranya proyek underpass yang menelan biaya Rp 174 miliar dan TPA Sarbagita dengan anggaran Rp 250 miliar.

"TPA sekarang sudah selesai, rapi, tinggal pengolahan. Kalau dari APBD nggak ada duitnya, kalau kita minta (bantuan pemerintah) belum tentu. Sekarang dengan adanya ini, tanpa inisiasi kita, tapi jadi inisiasi pemerintah pusat karena kepentingan nasional," tuturnya.

Dampak positif lainnya menurut Koster yakni peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali. Tentunya hal ini bakal mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga lapangan kerja.

"Kalau tanpa IMF, Bali tumbuhnya 5,9 naik sedikit dari 2017 sebesar 5,5 persen. 2018 naik 5,9 persen, ada IMF naik jadi 6,5 persen, bahkan bisa mendekati 6,7 persen, kan luar biasa. Meningkatkan promosi dan citra Bali dan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan event tahunan IMF-World Bank, kalau kita promosi pakai APBD, 189 negara banyak ini. Kita nggak perlu promosi lagi dia datang," urainya.

Koster menambahkan para delegasi yang telah tiba di Bali tak langsung menuju hotel. Beberapa di antara mereka bahkan sempat berkunjung ke beberapa daerah wisata.

"Saya memantau tanggal 7 (Oktober) dari bandara tidak langsung ke hotel. Ada yang ke Ubud, Kintamani, Uluwatu. Kunjung-kunjung dulu ke destinasi wisata, pasti minum, makan, belanja, memangnya siapa yang jualan di situ, siapa? Ya saudara kita juga. Jadi kalau promosi 189 negara itu jadi speaker di negaranya masing-masing tentang Bali tentang Indonesia itu manfaatnya yang kita rasakan dalam jangka panjang," ujar Koster.


Dia pun berharap partisipasi masyarakat untuk kesuksesan pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting ini di Bali. Koster mengatakan kesuksesan penyelenggaraan event internasional bakal meningkatkan daya tawar Bali untuk meminta pembangunan infrastruktur ke pemerintah.

"Dalam jangka panjang, saya betul-betul ingin mempertaruhkan reputasi saya agar sukses, Bali akan dapat nama baik, gubernurnya dapat kecipratan meningkatkan bargaining saya di pemerintah pusat dan dunia luar untuk mendukung program di Bali khususnya pembangunan infrastruktur. Kalau ini berhasil, para menteri itu di kabinet akan bersimpati ke Bali. Saya akan berbicara, saya nggak mau kosongan. Tapi saya harus dapat sesuatu, sekarang dapat underpass Ngurah Rai," paparnya.


Saksikan juga video 'BI Perjuangkan 4 Tema Prioritas di Pertemuan IMF-World Bank':

[Gambas:Video 20detik]


(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed