DetikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 16:06 WIB

Gubernur Bali Siap Sukseskan Pertemuan IMF-World Bank

Aditya Mardiastuti - detikNews
Gubernur Bali Siap Sukseskan Pertemuan IMF-World Bank I Wayan Koster (Dita/detikcom)
Denpasar - Pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, disebut pemborosan oleh beberapa tokoh. Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi santai soal kritik tersebut.

"Nggak apa, namanya orang berpendapat borosin uang negara nggak apa, yang dianggarkan Rp 800 miliar lebih, tapi yang dipakai menurut Menko Maritim Pak Luhut sekitar Rp 500 miliar, itu sangat hemat, itu belum habis. Itu pun di antaranya digunakan untuk membangun infrastruktur underpass Ngurah Rai, perluasan apron bandara, TPA Suwung," kata Koster di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Selasa (9/10/2018).



Koster mengatakan tak ada pemborosan yang dilakukan panitia karena seluruh delegasi membiayai sendiri akomodasi mereka selama IMF-World Bank Annual Meeting berlangsung.

"Penyelenggaranya sendiri, transportasi sendiri, makan sendiri, nggak ada yang dibiayai panitia, oleh APBN," jelasnya.

Dia juga tak ambil pusing soal serangan kritik pelaksanaan IMF-World Bank di tengah bencana Palu, Sulawesi Tengah. Berkaca dari pengalamannya, selama ini DPR selalu menganggarkan penanganan bencana dan pascabencana.

"Kalau bencana ya bencana, sudah ada alokasinya sendiri. Saya kan setiap tahun, sewaktu di Banggar DPR, setiap tahun mengalokasikan anggaran khusus untuk bencana dan penanganan pascabencana. Jadi itu program sendiri, nggak boleh dicampur aduk, dua-duanya jalan," ujarnya.

"Bapak Presiden juga sudah sering ke sana, masyarakat juga berkontribusi untuk membantu program untuk Palu, nanti kita Bali juga akan ke sana, ini yang kita lakukan secara paralel. Inilah kepemimpinan Bapak Presiden yang bisa mengatur negara ini dengan keseluruhan aspek," papar Koster.



Tak hanya itu, penyelenggaraan IMF-World Bank juga sempat menuai demo karena dianggap tak berkontribusi nyata pada masyarakat. Koster menyebut para pendemo itu bukan warga Bali.

"Jadi kami tidak terganggu, kami commited acara sukses, lancar. Yang bicara seperti itu bukan masyarakat Bali. Masyarakat Bali menyadari hidup dari pariwisata, masyarakat Bali sangat ramah, apalagi tamu negara terhormat. Masyarakat Bali, sesuai dengan kulturnya, santun, ramah. Yang demo-demo itu bukan aspirasi yang menggambarkan orang Bali yang sesungguhnya," ujarnya.

Dia kemudian mengajak masyarakat Bali tak terpengaruh kritik maupun nyinyir para tokoh soal pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali. Sebab, dia optimistis kesuksesan pertemuan internasional itu bakal berdampak positif bagi citra dan pariwisata Indonesia, khususnya Bali.

"Ah nggak apa-apa, namanya suara orang. Kita mengajak masyarakat Bali semua, seluruh komponen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, budaya, mari kita menjaga situasi kondusif, aman. Buatlah Bali ini indah sesuai dengan seni budayanya supaya masyarakat dunia tidak hanya melihat indahnya seni budaya, tapi indahnya cara masyarakat Bali ini merespons pertemuan ini dengan pikiran maupun dengan kata-katanya," pungkasnya.


Saksikan juga video 'BI Perjuangkan 4 Tema Prioritas di Pertemuan IMF-World Bank':

[Gambas:Video 20detik]


(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed