DetikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 11:04 WIB

Sekjen PBB-Mahathir akan ke Palu, Pemerintah Siapkan Pengaturan

Nur Azizah Rizki - detikNews
Sekjen PBB-Mahathir akan ke Palu, Pemerintah Siapkan Pengaturan Foto: Menko Polhukam Wiranto. (Rachman Haryanto-detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto mengatakan Sekjen PBB Antonio Guterres dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad akan mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah. Kunjungan itu akan dilakukan di sela pertemuan Bali Forum.

"Kita melakukan suatu rapat koordinasi karena pada saat Bali Forum ini kan ada tamu VVIP yang akan berencana untuk mengunjungi daerah bencana di Palu. Di antaranya yang sudah berkehendak untuk ke sana itu 2 tokoh ya. Yang pertama Sekjen PBB Antonio Guterres dan Perdana Menteri Malaysia Pak Mahathir ya, berkenan untuk melihat," kata Wiranto usai rapat di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018)


Wiranto mengatakan rapat koordinasi tadi untuk memastikan kunjungan itu lancar dan aman. Sebab, penerbangan ke Palu saat ini sedang crowded dan kondisi di lapangan juga masih masa tanggap darurat.

"Tentunya pada saat VVIP ini berkunjung ke Palu kan perlu kita atur ya dengan sebaik-baiknya agar perjalanan itu aman, lancar, dan menemukan suatu sasaran dalam rangka kunjungan, tidak sembarangan," ujarnya.

Karena itu, kata Wiranto, rapat tadi mengatur soal detail kunjungan seperti lokasi hingga pengawalan.

"Makanya kita atur. Di sana hostnya siapa. Entry briefing ya penjelasannya itu yang singkat, padat, jelas, siapa yang memberikan, yang meng-guidance siapa. Lalu sasaran-sasaran yang perlu ditinjau itu apa aja. Kan nggak terus kita bebaskan aja. Jadi rapat hari ini sudah menyelesaikan pengaturan itu," ujarnya.


Wiranto mengaku belum tahu apakah Antonio Guterres dan Mahathir akan menambah bantuan atau tidak. "Nggak tahu, tanya mereka jangan tanya saya," ucapnya.

Selain keduanya, Wiranto mengatakan kemungkinan perwakilan dari negara lain juga akan ada yang berkunjung. Namun, Wiranto belum bisa memastikan.

"Ada, nanti kan ada. Sementara yang minta itu baru 2 tokoh ini. Kalau ada lagi nggak apa-apa. Namanya aja solidaritas ingin melihat. Ingin memberikan suatu rasa keprihatinan dengan mengunjungi di sana dan kalau sudah mengunjungi, mau membantu, itu urusan beliau-beliau itu nanti ya," ujarnya.


Simak Juga 'Jumlah Korban Tewas Gempa-Tsunami Sulteng Jadi 1.944 Jiwa':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed