Klaim Kawan dan Lawan Minta Prabowo Tak Lagi Keras

Klaim Kawan dan Lawan Minta Prabowo Tak Lagi Keras

Tsarina Maharani, Indra Komara, Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 08 Okt 2018 22:35 WIB
Klaim Kawan dan Lawan Minta Prabowo Tak Lagi Keras
Prabowo Subianto (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jakarta - Gaya bicara capres nomor urut 02 Prabowo Subianto memang hampir selalu lantang, terlebih ketika menyampaikan kritik. Tetapi kini baik kawan maupun lawan politiknya seakan kompak meminta Prabowo tak lagi keras.

"Salah satunya saya, saya ngomong, saya bilang bahwa masyarakat Indonesia ingin fokus di bidang ekonomi dan yang disampaikan itu bahasa-bahasa yang mempersatukan dan beliau sangat terima," kata cawapres Sandiaga Uno di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dasco, sebagian masyarakat meminta Prabowo tak berbicara keras.

"Memang ada beberapa masukan sebagian dari pendukung Pak Prabowo yang meminta Pak Prabowo pada masa saat sekarang ini jangan bicara keras-keras menghantam pemerintah, misalnya, agar tidak mengganggu konsentrasi pemerintah yang pada saat ini fokus menangani bencana," ujar Dasco.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun menyarankan Prabowo lebih kalem. Fahri juga meminta Prabowo sering tampil.

"Saya kira bagus saran itu. Sekarang waktunya Pak Prabowo tampil lebih kalem, karena anak buahnya ini harus bergerak sesuai dengan mandat Pak Prabowo," ujar Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.



Permintaan agar Prabowo lebih kalem juga dilontarkan kubu rival, kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman. Dia menambahkan pendapat rekannya, Andre Rosiade, yang menyebut permintaan itu dari kubu seberang.

"Seingat saya, ada lawan dan kawan politik yang seolah menyatakan Pak Prabowo untuk kurangi anger (kemarahan)," jelas Habiburokhman via pesan singkat.

Namun kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin tak lantas mengiyakan telah melobi Prabowo untuk kalem. Menurut Sekjen PSI Raja Juli Antoni, tak ada bedanya Prabowo mengubah gaya bicaranya.

"Menurut saya, Pak Prabowo mau bicara keras atau lembut sama aja, nggak ngaruh. Yang penting bukan bicara keras dan lembut, tapi apakah seorang pemimpin mudah dibohongi atau tidak?" kata Toni.

Sementara itu, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir lebih menyoroti materi pidato Prabowo. Menurut dia, Prabowo banyak bicara ngawur.

"Lha... Prabowo kan ngemengnya (bicaranya, red) berapi-api tapi isinya hoax, itu mah bukan keras, tapi ngawur, isinya kadang malahan ngalor-ngidul (melantur, red) nggak karuan, mangkanya (makanya, red) hasil survei nggak nambah-nambah," kata Inas lewat pesan singkat, Minggu (7/10).

Sebelumnya, permintaan tersebut disampaikan sendiri oleh Prabowo. Dia mengaku ada yang mendatanginya langsung.

"Saya ini dapat tudingan macam-macam, ada yang bilang saya haus kekuasaan. Ada yang bilang ini dan itu, ada yang sengaja datang ke saya memberi saran Pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras, dan dia orang baik dia pendukung saya jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan," ungkap menghadiri acara tasyakur ponpes di Jalan Sukabumi-Cianjur Km 10 Sukalarang, Minggu (7/10). (bag/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads