Elektabilitas Prabowo Turun, Timses Jokowi Duga karena Hoax Ratna

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 08 Okt 2018 17:17 WIB
Foto: Abdul Kadir Karding (dok.pribadi)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menduga menurunnya elektabilitas Prabowo Subianto di survei SMRC lantaran kasus hoax Ratna Sarumpaet. Timses Jokowi menyebut masyarakat Indonesia tidak suka kebohongan-kebohongan yang ditampilkan.

"Masyarakat kita yang pertama, masyarakat timur yang secara umum sangat tidak suka kalau cara-cara berbohong itu ditampilkan sebagai bagian dari pada kampanye," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Senin (8/10/2018).

Mengenai hasil survei SMRC, Karding menyebut itu adalah hal yang wajar. Ia menilai, hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet membuat pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sulit untuk bertambah.


"Bisa jadi memang pendukung Pak Prabowo terutama yang keras dan loyal tidak berubah tetapi sulit untuk bertambah dengan kasus hoax Ratna Sarumpaet," ucapnya.

Faktor hoax penganiayaan Ratna, disebut Karding, membuat elektabilitas Prabowo di survei SMRC kalah jauh dibanding Jokowi. Pemberitaan hoax itu dianggap jadi sebab masyarakat yang tadinya belum menentukan pilihan (swing voters) bisa saja merapat mendukung Jokowi atau netral.

"Yang kedua karena pemberitaan ini begitu masif dan bisa jadi persepsi publik memang dinyatakan ini dilakukan oleh tim kampanye, diduga gitu. Maka bisa jadi berubah. Bisa jadi yang swing, yang ngambang gitu. Kemungkinan besar sangat kecil bergabung ke Pak Prabowo," kata Karding.


Politikus PKB itu mengatakan kasus hoax Ratna tersebar hingga ke beberapa daerah-daerah. Karding mengungkap, setiap ia berkunjung ke suatu daerah dengan otomatis masyarakat di sana menanyakan kasus berita hoax Ratna kepadanya.

"Berita soal hoaks ini masif dan menjadi perbincangan sampai pada lapisan masyarakat bawah. Saya ke daerah-daerah itu yang dibahas yang ditanya itu menyangkut itu. Ya itulah akibat yang terjadi jika kita coba bermain-main seperti itu," kata Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf itu.

Seperti diketahui, SMRC merilis survei elektabilitas dua calon presiden yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. SMRC menunjukan Jokowi lebih unggul dari Prabowo dengan hasil survei Jokowi 60,2 persen, Prabowo 28,7 persen sedangkan yang tidak menjawab ada 11,1 persen.


Saksikan juga video 'Survei SMRC: Jokowi-Ma'ruf 60,4%, Prabowo-Sandi 29,8%':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/elz)