Panglima TNI: Pembelot MoU Damai Aceh Musuh Bersama

Panglima TNI: Pembelot MoU Damai Aceh Musuh Bersama

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2005 19:48 WIB
Jakarta - Panglima TNI menegaskan, jika ada yang membelot dari kesepakatan MoU maka itu merupakan musuh bersama antara pemerintah Indonesia, GAM dan Aceh Monitoring Mission (AMM). Namun hingga kini belum ditemukan adanya pembelotan itu."Sampai hari ini belum ada laporan itu. Kalau ada, apa yang menjadi kesepakatan bersama menjadi musuh bersama," Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kepada wartawan usai menerima anggota Paskibraka di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/8/2005).Untuk menunjukkan itikad yang baik, TNI akan segera menarik 2 batalion pasukan non organik dari Aceh tanpa menunggu penyerahan senjata. "Keinginan saya, GAM juga harus punya itikad yang sama. Kalau harus menyerahkan senjata, ya serahkan," kata Panglima."Saya melihat ada itikad yang bagus dengan telah diserahkannya 3 pucuk senjata anggota GAM yang lain. Harapan kita memang lebih banyak lagi," kata Panglima.Jika dalam satu bulan senjata sudah diserhakan semuanya, kata Panglima, maka semua prajurit non organik di Aceh dalam satu bulan akan ditarik. Menurut data TNI, saat ini terdapat 849 pucuk senjata standar milik GAM. "Jika ada yang pegang senjata itu merupakan pelanggaran hukum," kata Panglima.Terkait dengan adanya soal pengadilan HAM, Panglima mengharapkan, untuk tidak melihat itu ke masa lalu. Soalnya, pada prinsipnya dalam situasi seperti itu semua pihak akan melakukan hal yang sama. "Kita juga punya bukti GAM melakukan pembunuhan massal. Kalau kita bicara masa lalu, ya tidak selesai-selesai," tukasnya. Dia tidak mempersoalkan jika ada tokoh GAM yang balik ke Indonesia. "Kalau sudah menjadi warga negara asing, harus melepas kewarganegaraannya," kata Panglima. (mar/)


Berita Terkait