"Selalu contoh-contohnya, kenapa Surabaya, Bandung maju, yang lain tidak? Kenapa Banyuwangi? Tentu karena ide (dan) inovasi," sebut JK dalam pembekalan pelatihan Lemhannas di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan hanya daerah-daerah selalu studi banding tapi pulang tidak bisa bikin apa-apa," ujar JK.
Menurut JK, studi banding perlu untuk melihat perubahan, tetapi setelahnya harus ada hasil. Lebih dari itu, inovasi dan ide, kata JK, jangan sampai kelewat batas sehingga melanggar aturan.
"Saya beri contoh, sekarang hampir semua kota kelebihan hotel. Ada teman di London mau bikin hotel, cuma pergi ke kantor camat saja dilihat daftarnya, oh jalan ini butuh hanya 250 kamar, ini sudah melebihi, nggak boleh. Itu birokrasi juga, tapi birokrasi yang sesuai aturan dan ketegasan," ucap JK.
JK lalu membandingkan birokrasi dengan entrepreneur. Birokrasi harus patuh pada prosedur, namun entrepreneur berorientasi pada hasil.
"Birokrasi membukakan prosedur, kalau tidak sesuai prosedur, bisa masuk KPK. Jadi ada bahayanya kalau Anda tidak mengikuti prosedur. Tapi kalau entrepreneur hasilnya yang penting, prosedurnya bisa diubah-ubah. Dia ubah prosedurnya tidak jadi soal, kan. Itu juga kita pahami, tapi bagaimana menyesuaikan itu semua, atau bagaimana mengubah prosedur supaya sesuai dengan apa yang berlaku," kata JK.
Simak Juga 'JK Beberkan Beda Dampak Gempa Lombok dan Palu':
(nvl/dhn)











































