"Saya tetap apresiasi hasil survei dari mana pun walau fakta terakhir ketika pilkada serentak lalu banyak survei itu menabrak batas maksimal margin of error pada sebuah survei," kata politikus Gerindra M Syafii di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2018).
Baca juga: Survei SMRC, Jokowi Ungguli Prabowo |
Syafii lalu berbicara perbandingan survei dengan hasil pilkada serentak 2018 di sejumlah daerah. Batas jarak eror survei dengan hasil pilkada disebutnya melampaui logika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi pria yang akrab disapa Romo itu, hasil survei bukan akhir pertarungan. Meski demikian, Syafii menghormati hasil survei itu.
"Survei itu kan tentang kondisi yang tidak berhenti, terus bergerak. Survei sekarang belum tentu sama dengan survei seminggu yang akan datang. Hasil survei saat ini belum tentu sama dengan nanti ketika pemilihan dilakukan. Hasil survei itu justru saya rasa menjadi motivasi bagi kami," katanya.
SMRC mengadu elektabilitas dua capres yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto jelang Pilpres 2019. Hasilnya, Jokowi unggul dengan perolehan di angka 60%. Jika berpasangan dengan cawapres masing-masing, Jokowi juga masih unggul. Berikut hasil survei SMRC:
Survei head to head capres:
Jokowi:60,2%
Prabowo: 28,7%
Tidak tahu atau tidak jawab: 11,1%
Survei elektabilitas capres-cawapres:
Jokowi-Ma'ruf Amin: 60,4%
Prabowo-Sandiaga: 29,8%
Tidak tahu atau rahasia: 9,8% (gbr/tor)










































