Djody & Rendra Dukung Nur Mahmudi
Kamis, 18 Agu 2005 18:21 WIB
Jakarta - Keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat yang menganulir kemenangan Nur Mahmudi Ismail sebagai walikota Depok membuat WS Rendra dan Setiawan Djody turun tangan. Mereka memrotes keputusan hakim PT Jabar yang dinilai tidak masuk akal dan melecehkan rasa keadilan."Saya sebagai warga negara Depok tidak bisa tinggal diam. Ini masalah moral dan juga keputusannya tidak masuk akal," kata sastrawan WS Rendra dalam jumpa pers di Hotel Hilton, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (18/8/2005). Jumpa pers itu juga dihadiri Nurmahudi Ismail.Dalam kesempatan itu pengusaha Setiawan Djody angkat bicara juga. Dia menilai keputusan PT Jabar tidak mencerminkan keadilan dan melakukan kecurangan terhadap Nur Mahmudi. "Nur Mahmudi mestinya menang, faktanya di Depok terjadi kecurangan. Saya terdorong untuk menfasilitasi terhadap penindasan terhadap Nur Mahmudi," kata Djody yang punya banyak teman seniman ini.Dia heran terhadap Partai Golkar yang selama pilkada berlangsung, partai berlambang beringin ini sudah banyak memenangi pilkada di beberapa daerah. Apalagi koalisi Partai Golkar dan PKS sudah sering terjadi. "PKS tidak punya track record bermain-main dalam sistem pemerintahan. Dan Golkar punya pengalaman untuk itu, kok Depok disikat juga," katanya sambil menjelaskan bahwa dirinya berkeinginan masuk dalam kegiatan politik mendukung salah satu parpol.Sementara Nur Mahmudi dalam kesempatan itu mengungkapkan sejumlah kecurangan dan tidak masuk akalnya keputusan hakim PT Jabar. Dirinya bersama kuasa hukumnya akan bertemu dengan KPUD Jabar untuk memberikan masukan mengenai isi dari materi rencana pengajuan PK KPUD Jabar ke MA. "Besok kita dialog dengan tim hukum KPUD untuk mengajukan PK (Peninjauan Kembali). Kita juga beri waktu kepada tim panel MA untuk menyelidiki kecurangan yang dilakukan PT Jabar," urainya.
(mar/)











































