Operasi 4 Pasien RSCM Batal Gara-gara Listrik Padam
Kamis, 18 Agu 2005 18:18 WIB
Jakarta - Empat pasien Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) batal menjalani operasi karena listrik padam. Pembatalan operasi dilakukan karena pihak rumah sakit memprioritaskan operasi bagi pasien yang sangat mendesak.Dijadwalkan, hari ini ada 29 pasien menjalani operasi. Karena listrik padam, pihak rumah sakit segera menggantikan aliran listrik PLN dengan genset. "Jadi tak ada masalah dengan padamnya listrik, karena ruang yang penting seperti ruang operasi, ICU, ICCU diberikan genset dengan kapasitas maksimal yang otomatis menyala saat listrik mati,' kata petugas Ruang Kontrol RSCM Rustini saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2005).Dari 29 jadwal operasi tersebut, lanjut Rustini, hanya 4 pasien yang ditunda operasinya karena listrik mati. Pemadaman ini, selain mengganggu rencana operasi, juga membuat lift RSCM mati dan telepon internal RSCM terganggu.Subagyo, salah satu keluarga korban yang menunggui operasi di ruang bedah RSCM mengaku sempat panik gara-gara listrik mati. Sebab, istrinya yang menjadi korban kecelakaan harus segera operasi. "Istri saya mau operasi di RSUD Koja, tapi di sana genset tidak memadai, akhirnya dibawa ke RSCM. Dan syukur tadi berhasil operasi," kata Subagyo. RSUD Pasar Rebo NormalJika operasional RSCM sempat terganggu, tidak demikian dengan RSUD Pasar Rebo. Di rumah sakit ini, pemadaman listrik dapat diantisipasi dengan genset yang dimilikinya. "Tadi siang memang sempat mati tapi hanya sebentar. Kita sudah siapkan genset. Setelah genset hidup semua kegiatan operasional berjalan seperti biasa," ujar Duty Mananger RSUD Pasar Rebo Sunarmi kepada detikcom. Selama genset dihidupkan RSUD terpaksa mematikan dua lift pasien dari total lima lift yang ada untuk menghemat listrik. sementara satu lift untuk karyawan tetap dijalankan. Demikian juga dengan jadwal operasi dan perawatan pasien tetap berjalan seperti biasa.
(jon/)











































