Massa pengunjuk rasa yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga menolak rencana penertiban kios oleh Pemerintah Kota Ambon.
Pengunjuk rasa melakukan long march dari Jalan Jenderal Sudirman Ambon menuju Kantor DPRD Kota Ambon. Akibarnya, dalam perjalanan terjadi kemacetan parah.
Dalam aksinya, mereka membawa berbagai spanduk berisikan penolakan terhadapan eksekusi kios dan mereka bergantian berorasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa aksi yang menuju Kantor DPRD Kota Ambon itu dikawal polisi. Tiba di DPRD Kota Ambon, mereka tidak terlalu lama berorasi. Ketua komisi 3 DRPD Kota, Rovik Akbar Afifudin langsung menganjak ratusan pendemo masuk ke dalam ruangan untuk membahas persoalan tersebut.
"Ini persoalan bersama dan kami pastikan bahwa akan undang mulai dari Balai Jalan, Tata Kota, Dinas PU, Satpol PP. Bahkan. kita undang suadara-saudara untuk kita bicarakan sama-sama supaya ada jalan keluar yang baik untuk kepentingan bersama," jar Ketua Komisi 3, Rovik Akbar Afifidun.
Sebelum menyerahkan pernyataan sikap. Ketua Komisi 3 mempersilakan koordinator lapangan untuk menyampaikan persoalan yang ada. Dalam penyampain koordinator lapangan merasa dibohongi pada saat pemilihan Wali Kota Ambon yang menyampaikan tidak akan melakukan pembongkaran di Jalan Jenderal Sudirman.
"Beliau sampaikan yang penting pilih saya tidak ada pembongkaran di Jalan Jenderal Sudirman yang ada hanya penataan," kata Mansur.
Usai melakukan pertemuan dengan komisi 3 dengan ratusan pemilik kios di ruangan rapat DPRD Kota. Mereka menyerahkan pernyataan sikap dan membubarkan diri dengan tertib. (asp/asp)










































