Menurutnya, Prabowo adalah sosok yang autentik dan tak suka pencitraan. Gaya pidato yang sering keras mengkritik pemerintah, kata Dahnil, merupakan gaya original Prabowo.
"Begitu lah Prabowo Subianto, beliau tampil autentik tidak suka pencitraan, dia tidak akan mau melakukan sesuatu yang beliau tidak biasa lakukan," ujar Dahnil lewat pesan singkat, Minggu (7/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga pada gaya pidato Prabowo. Prabowo akan pidato sesuai dengan gaya pidato yang tanpa pencitraan. Namun, Dahnil mengaku tidak tahu soal sosok yang meminta Prabowo untuk tidak pidato keras-keras.
"Misal Anda minta beliau naik motor supaya terkesan milenial, atau pakai sepatu sport dengan kesan milenial, dia tidak akan mau, beliau hanya mau tampil secara autentik dirinya, beliau tak mau jadi "orang lain" bila hanya untuk pencitraan yang cenderung membohongi publik," tutur Dahnil.
Baca juga: Siapa Minta Prabowo Tak Pidato Keras-keras? |
"Pun, demikian dengan gaya beliau berpidato, Prabowo selalu ingin menjadi Real Prabowo, tanpa pencitraan yang cenderung membohongi," sambung Ketua Umum Pemuda PP Muhammadiyah ini.
Sebelumnya diberitakan, Prabowo mengaku mendapat tudingan negatif ketika dirinya memantapkan diri untuk maju di Pilpres 2019. Bahkan ada yang memintanya tidak terlalu lantang dalam berpidato.
Kendati demikian, Prabowo ini tidak mendengarkan saran tersebut. Ia tetap akan lantang dalam menyuarakan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
"Saya ini dapat tudingan macam-macam, ada yang bilang saya haus kekuasaan. Ada yang bilang ini dan itu, ada yang sengaja datang ke saya memberi saran pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras, dan dia orang baik dia pendukung saya jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan," ungkap menghadiri acara tasyakur Ponpes di Jalan Sukabumi - Cianjur KM 10 Sukalarang, Minggu (7/10) kemarin. (jbr/ibh)











































