PLN: Listrik Padam Akibat Trip Transmisi di 3 SUTET Terlepas

PLN: Listrik Padam Akibat Trip Transmisi di 3 SUTET Terlepas

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2005 16:50 WIB
Jakarta - Meski sumber permasalahannya masih diselidiki, PT PLN (Persero) memastikan padamnya listrik di wilayah Jawa-Bali pada pukul 10.23 WIB akibat terlepasnya jaringan (trip) transmisi pada circuit breaker SUTET sepanjang daerah Saguling, Cibinong, dan Cilegon. Padahal, ketiga SUTET ini menanggung beban dari pembangkit besar di Paiton Unit VII dan VIII sebesar 1.300 MW dan pembangkit besar di PLTU Suralaya Unit IV, VI, dan VII sebesar 2.700 MW."Sumber dan akibat dari kerusakan masih diselidiki, termasuk interkorelasi terbukanya trip SUTET," ungkap Dirut PT PLN Eddie Widiono dalam jumpa pers di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (18/8/2005).Akibat terlepasnya jaringan itu, lanjut Eddie, Jakarta kehilangan 2.300 MW dan 11.400 Mph daya hilang, atau sekitar 3,1 juta pelanggan. "Ini untuk seluruh Jakarta dan Banten. Sedangkan wilayah Jabar, Jatim, Jateng ikut padam, namun hanya sebagian," ungkap Eddie.Eddie juga membantah padamnya listrik di wilayah Jawa-Bali karena kerusakan pada PLTU Suralaya Unit VI dan VII. Diakui Eddie, pada pukul 09.00 WIB, PLTU Suralaya Unit VI dan VII sempat padam karena ke luar dari jaringan akibat over speed. "Nah ini terpisah. Over speed tersebut bisa di-recover sehingga tidak terjadi gangguan yang lebih luas. Dan, itu 1,5 jam sebelumnya 1.000 MW sudah terpenuhi sehingga tidak ada masalah," kata dia.Diakui kondisi ini sangat mengganggu mengingat total pasokan listrik wilayah Jakarta dan Banten mencapai 4.000 MW pada siang hari, dan 5.500 MW pada malam hari.Berangsur NormalDi tempat yang sama, General Mananger Pusat Pengaturan dan Pengaturan Beban Jawa Bali Muljo Adji mengaku, pada pukul 15.30 WIB sistem transmisi di Jakarta dan Banten berangsur normal. Ini karena pasokan listrik dari PLTU Unit IV Suralaya sudah masuk sekitar 400 MW. Demikian juga pasokan dari PLTU Paiton."Saat ini kami sedang menunggu pembangkit besar, yakni di Muara Karang yang bisa memasok 2x100 MW dan di Tanjung Priok yang bisa memasok 2x100 MW," kata dia.Sementara PLTU Suralaya Unit VI dan VII untuk pemulihannya membutuhkan waktu 2-3 jam. "Diusahakan pukul 17.00 WIB sudah mulai bisa diperbaiki," katanya.Mengenai beban puncak di malam hari, Eddie mengimbau, agar masyarakat ikut membantu apabila pada saat beban puncak pemadaman belum bisa diatasi. "Kami punya cadangan sekitar 400-500 MW apabila Suralaya belum bisa diperbaiki. Cadangan ini belum termasuk jika masyarakat berhemat. Jadi secara teoritis cukup aman. Tapi kami imbau juga masyarakat untuk membantu penghematan energi," kata Eddie.Eddie lalu mengungkapkan, untuk menghadapi beban puncak Jawa-Bali, PLN sedikitnya harus menyediakan 14.500 MW.Mengenai rencana class action yang akan dilakukan YLKI, Eddie mengaku tidak keberatan, sebab hal itu merupakan konsekuensi dan tanggung jawab PLN. "Kita harus menghadapi, bukan berarti kita tidak memperhatikan tapi memang sedang diusahakan, khususnya di PLTU Suralaya VI dan VII," katanya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads