"Saya kira itu pengakuan sepihak. Data dari mana?" kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin kepada detikcom, Minggu (7/10/2010).
Dia melihat hal yang bertolak belakang dari Rommy. Menurut Suhud, yang teramati adalah pendukung Prabowo malah semakin kuat dan solid setelah kasus Ratna Sarumpaet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Justru yang tampak dari pantauan kami di media sosial, lebih banyak yang mendukung Pak Prabowo dari kasus hoax Ratna Sarumpaet (RS) itu," kata dia.
Sebagaimana diketahui, Ratna Sarumpaet mendominasi kehebohan politik gara-gara kabar bahwa dia dipukuli orang ternyata merupakan hoax belaka. Ratna bahkan mengakuinya sendiri. Prabowo dilihat Suhud justru sebagai salah satu korban atas hoax Ratna. Itulah sebabnya dukungan ke Prabowo malah makin solid.
"Karena masyarakat melihat bahwa Pak Prabowo itu juga korban kebohongan RS," kata Suhud.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dihubungi terpisah oleh detikcom, menyatakan pendukung Prabowo semakin solid, senada dengan yang disampaikan Suhud di atas. Soal adanya perpindahan suara, itu merupakan fenomena politik yang lumrah saja, termasuk bila itu dipengaruhi oleh isu Ratna.
"Selalu ada perpindahan suara, dan kasus Ratna hanya satu titik pertimbangan. Hingga saat ini pendukung Pak Prabowo solid dan kian membesar," kata Mardani.
Ketum PPP Rommy sebelumnya mengklaim banyak pendukung Prabowo-Sandi beralih mendukung Jokowi-Ma'ruf sebagai buntut kasus hoax Ratna Sarumpaet. Klaim Rommy berdasarkan komunikasi yang diterimanya dari sejumlah pihak.
"Dengan kasus Ratna, saya banyak dapat WA, telepon, SMS dari beberapa pihak. Mereka mengatakan tidak ada lagi keragu-raguan hari ini bahwa memang pendukung-pendukung Pak Prabowo ini adalah kelompok-kelompok emosional, yang menghalalkan segala cara. Dan banyak di antara mereka yang berbalik memberikan dukungan ke Pak Jokowi. Komunikasi yang saya terima seperti itu," kata Rommy di sela acara konsolidasi dan pembekalan caleg PPP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (5/10) kemarin.
Cek video PKS Tak Sepakat 'Cawapres Ulama Memecah Belah'
(dnu/aud)











































