"Saya harap bahwa kita sebagai bangsa tidak berhenti memberi perhatian pada mereka hanya pada ajang Para Games saja. Tapi bahwa kita memberikan fasilitas para penyandang disabilitas sehari-hari," kata Yenny di GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/10/2018)
"Misalnya dengan memastikan fasilitas umum ya, ruang publik itu mampu diakses oleh mereka ada lift untuk penyandang disabilitas, ada tempat penyeberang, tuna netra bisa berjalan dengan aman. Jadi PR kita sebagai bangsa banyak tapi ini lah awalan bagi kita memerhatikan akan kebutuhan penyandang disabilitas," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yenny mengatakan, penyandang disabilitas tak bisa dipandang sebelah mata. Meski ada kekurangan secara fisik, tapi mental para penyandang disabilitas sekuat baja.
"Asian Para Games ini buat pribadi punya makna yang mendalam karena kedua orangtua saya adalah penyandang disabilitas. Jadi dari awal memang Mas Okto melibatkan saya, saya salah satu pembawa obor, kebetulan waktu di Pontianak ini wujud support saya terhadap para penderita disabailitas karena kita tahu bahwa mereka walaupun secara fisik tak sempurna, tapi secara mental sekuat baja. Justru kita perlu belajar dari mereka bagaimana bisa mengatasi keterbatasannya malah bisa berprestasi," paparnya.
Soal opening Asian Para Games, Yenny menilai sangat spektakuler. Yang paling berkesan, menurutnya momen saat atlet Para Games memanah bareng Presiden Jokowi ke instalasi bertulisan 'Disability'.
"Keren banget saya paling suka bagian ketika dua atlet Para Games bersama Presiden Jokowi bersama memanah kata disability menjadi ability, kata yang tadinya tak mampu menjadi mampu. Jadi itu makna simbolisnya luar biasa sekali dan saya rasa kita semua mengambil inspirasi yang sangat mendalam dari pertunjukan tadi," kata Yenny.
Simak video Karya Seni Anak-anak Difabel
(idn/dnu)











































