Namun kondisi itu tak menghalangi bocah-bocah Palu untuk terus belajar. Di tenda-tenda pengungsian, bocah-bocah Palu tetap akrab dengan pelajaran.
Di kamp pengungsian wilayah perbukitan Layana, Palu misalnya. Anak-anak belajar bersama didampingi orang tua mereka, seperti Adelia dan Nurul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bocah ini tampak asik membaca buku pelajaran saat ditemui di tenda mereka, Sabtu (6/10/2018). Mereka tak terganggu dengan kondisi pengungsian yang sangat sederhana.
"Kita baca buku pelajaran saja. Karena belum bisa masuk sekolah," kata Adelia.
Pelajar lainnya, Cita bahkan ingin segera kembali ke sekolah. Dia juga ingin tahu kabar teman-temannya di SDN Inpres II, Tobo, Palu.
"Kurang tahu juga kondisi sekolah bagaimana. Soalnya kita belum lihat juga. Di sini baca-baca buku pelajaran. Pengen cepat masuk sekolah soalnya di sini susah," kata Cita.
Tak hanya fokus belajar, Cita juga rajin membantu kebutuhan pengungsi. Dia sering mengambil air di sungai yang tak jauh dari lokasi pengungsian
"Ambil air tidak jauh dari sini. Kita jalan kaki saja sudah sampai," ucapnya.
Tak hanya pelajar, di pengungsian juga ada balita. Mereka tampak asik bermain ditemani keluarga mengisi waktu di pengungsian.
Tonton video Momen Menyayat Hati, Bocah Korban Gempa yang Ingin Ikut Jokowi
(abw/dnu)











































