Sekjen NasDem: Kritik Ekonomi Kubu Prabowo Itu Hal Lama dan Umum

Sekjen NasDem: Kritik Ekonomi Kubu Prabowo Itu Hal Lama dan Umum

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Sabtu, 06 Okt 2018 23:06 WIB
Sekjen NasDem: Kritik Ekonomi Kubu Prabowo Itu Hal Lama dan Umum
Prabowo Subianto dan koalisinya. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi soal kritik kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengenai ekonomi. Timses Jokowi menyebut ekonomi Indonesia saat ini terjaga dengan baik.

"Hal-hal yang disampaikan semalam itu adalah hal-hal lama, hal-hal umum, hal-hal yang sebenarnya sudah diketahui oleh publik dan yang pemerintah sedang laksanakan saat ini," kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).


Sekjen NasDem itu menyebut konfrensi pers dari kubu Prabowo semalam menyebut ekonomi Indonesia yang kian melemah. Ada pula ulasan kubu Prabowo-Sandi soal nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang semakin melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johnny menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah melakukan banyak kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Upaya itu sudah dilakukan Kemenkeu untuk menstabilkan harga nilai tukar Dolar.

"Dapat kami sampaikan juga bahwa stabilitas perekonomian kita, fundamental ekonomi kita itu sejauh ini terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi kita positif di atas 5 persen, inflasi kita terkendali dengan baik di kisaran 3,5 persen, tingkat peengangguran kita terjaga dengan baik bahkan lapangan pekerjaan kita sampai sudah tersedia 9 juta lebih tersedia selama pemerintahan Jokowi, dan kami menyakini bahwa di akhir masa pemerintahan jokowi lapangan pekerjaan baru sebanyak 10 juta akan tersedia, akan terpenuhi," ungkap Johnny.


TKN meyakini bahwa tingkat kemiskinan di masa pemerintahan Jokowi sudah berhasil ditekan. Disebutnya, pemerintahan Jokowi berhasil menekan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen.

"Nah situasi makroekonomi kita ini baik dan diakui tidak saja oleh lembaga-lembaga peringkat dunia tetapi lembaga-lembaga multinateral juga seperti IMF dan Bank Dunia," kata Johnny.

"Ada hal-hal juga dalam konpers semalam yang tidak konsisten. Di antaranya, kami perlu menyampaikan bahwa di pertengahan bulan November 2016 DPR RI yang melakukan kunker ke AS juga menemui dan menjumpai Bank Dunia dan IMF. Pada saat pertemuan-pertemuan di Bank Dunia dan IMF saat itu juga disampaikan akan dilaksanakannya general Annual Meeting IMF World Bank di Indonesia di Bali," sambung Johnny.



Cek video Kebohongan Ratna Gol Bunuh Diri Prabowo Sandi?

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads