Klorin Bocor Gara-gara Listrik Padam, Warga Dievakuasi

Klorin Bocor Gara-gara Listrik Padam, Warga Dievakuasi

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2005 15:50 WIB
Jakarta - Listrik padam secara mendadak sempat membuat kebocoran klorin di sebuah perusahaan kimia di Desa Mangunreja, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. Sejumlah orang dievakuasi untuk mengantisipasi bahaya atas bocornya klorin itu. Kebocoran gas ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (18/8/2005) tidak lama setelah listrik PLN padam secara mendadak. Menurut saksi mata, Yuni, saat itu terlihat kepulan asap dari PT Sulfindo Adi Usaha. Perusahaan yang bergerak di bidang kimia ini memproduksi caostic soda yang salah satu bahan dasarnya adalah klorin. Di dalam literatur, klorin merupakan gas yang berbahaya bila terhirup oleh manusia. Karena itulah, warga dan para pekerja di daerah itu sangat khawatir dengan adanya kepulan asap dari PT Sulfindo itu. Yuni yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah itu juga mengkhawatirkan kepulan asap itu sebagai kasus kebocoran klorin. Karena panik, para karyawan, termasuk Yuni, dievakuasi hingga Suralaya, sekitar 7 kilometer dari Desa Mangunreja. Bahkan, saat berhamburan menyelamatkan diri, ada teman Yuni yang pingsan, sehingga dilarikan ke poliklinik terdekat. "Saya dievakuasi ke Suralaya sekitar 7 km dari pabrik. Dari pukul 10.30 WIB, kami behamburan sambil melihat asap yang mengepul. Teman-teman juga menyiapkan mobil sejak pukul 10.50 WIB untuk evakuasi," kata Yuni kepada detikcom. Namun, kejadian yang membuat panik ini tidak lama. Kepulan asap itu hanya terjadi sebentar. "Pukul 11.45 WIB, kami sudah kembali ke pabrik. Sekarang sudah bisa diatasi," kisah Yuni. Yuni yakin bahwa kepulan asap itu sebagai kebocoran klorin. "Klorin ini biasanya disimpan di tangki. Karena listrik mati mendadak dan hidup kembali, seperti di-push, sehingga keluar dengan sendirinya," kata dia. Benarkah asap mengepul itu kebocoran klorin? Aparat kepolisian belum mendapatkan laporan kasus ini. Polsek Bojonegara yang membawahi wilayah ini mengaku tidak tahu. "Hingga sekarang, belum ada laporan tentang kebocoran dan proses evakuasi itu," kata salah seorang petugas di Polsek Bojonegara saat dihubungi detikcom. PT Sulfindo Membantah Sementara itu, manajemen PT Sulfindo Adi Usaha membantah ada kebocoran klorin pada salah satu tangki pabriknya. "Tidak ada kebocoran apa-apa. Anda bisa cek ke warga sini. Informasi semacam itu memang sudah biasa terjadi, tapi tidak sesuai fakta," kata Humas PT Sulfindo, Jaya, saat dihubungi detikcom. Yang terjadi, kata Jaya, gara-gara listrik padam, sirkulasi bahan-bahan baku produk terhenti secara mendadak. "Kita butuh waktu per sekian menit untuk menghidupkan genset secara otomatis. Itu saja, tidak ada kebocoran gas," kata Jaya. Bila ada kebocoran gas, menurut Jaya, maka Tim Koordinasi Tanggap Darurat (TKTD) akan langsung tanggap bekerja dan melakukan evakuasi. "TKTD di wilayah kami tidak melakukan apa-apa, karena memang tidak terjadi apa-apa," ungkap dia. (asy/)


Berita Terkait