Direksi Pertamina tak hanya menunggu laporan tim di lapangan, tetapi secara bergilir terjun langsung memantau pendistribusian BBM dan elpiji akibat terjadinya gangguan pada terminal BBM Donggala serta beberapa lembaga penyalur elpiji di wilayah Sulawesi Tengah.
Direksi juga secara intensif memantau penerapan berbagai skenario untuk memperlancar pasokan. Dari alih suplai, pengiriman BBM dengan berbagai moda transportasi, pengerahan sarana pendukung distribusi, seperti mobil tangki, SPBU portabel, serta tenaga operator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Gandhi, Direktur Pemasaran Retail Masud Khamid menyusul diturunkan untuk memantau tantangan dan kegiatan operasional penyaluran BBM dan elpiji di lapangan.
Demikian halnya dengan Direktur Utama Nicke Widyawati, terhitung sudah dua kali berkunjung ke Palu untuk melihat langsung proses perbaikan infrastruktur di terminal BBM Donggala, serta kegiatan CSR yang dilakukan dalam kerangka 'BUMN Hadir untuk Negeri'.
"Dalam situasi apa pun, kami tetap bekerja all out demi melayani masyarakat Indonesia, khususnya menjalankan tugas memenuhi kebutuhan energi dalam negeri," ujar Nicke dalam keterangan tertulis.
Pertamina sendiri mengerahkan ratusan operator yang akan membantu pengoperasian di stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) dan melayani penjualan BBM di SPBU.
Sementara itu, bantuan operator SPBU akan bertugas untuk membantu layanan SPBU di Palu, Donggala, dan Sigi. Mereka didatangkan dari Makassar, Gorontalo, Jakarta, Balikpapan, Ternate, Surabaya, dan Semarang.
Para relawan operator ini terdiri atas 39 operator SPPBE dan 154 operator SPBU. Pengerahan ratusan relawan operator tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan distribusi dan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan BBM dan elpiji. (idr/ega)










































