Penjelasan Polisi soal Cepatnya Pengungkapan Hoax Ratna Sarumpaet

ADVERTISEMENT

Penjelasan Polisi soal Cepatnya Pengungkapan Hoax Ratna Sarumpaet

Nur Azizah Rizki - detikNews
Jumat, 05 Okt 2018 16:03 WIB
Ratna Sarumpaet (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon membandingkan penanganan kasus Ratna Sarumpaet yang dinilai cepat dengan kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan yang belum terungkap. Polri menyatakan banyak faktor yang mempengaruhi pengungkapan suatu kasus.

"Jadi gini, dalam satu proses penyidikan itu banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya saja, faktor keberuntungan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di gedung PTIK, Jalan Tirtayasa VI, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).


Dalam kasus Ratna, kata Setyo, polisi awalnya mendapat informasi dari yang beredar di media sosial tentang penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Polisi awalnya berempati dan ingin segera mengungkap pelaku.

"Karena kita juga tidak mau disalahkan kan? Nanti 'wah polisi kok nggak bergerak', nah kita berusaha semaksimal mungkin untuk cepat mengungkap siapa pelakunya," ujarnya.

Namun, dari fakta yang ditemukan di lapangan, tidak ada indikasi yang mengarah ke terjadinya kabar penganiayaan itu. "Nah, ternyata begitu kita cek di lapangan, semuanya tidak ada yang mendukung apa yang beredar di media sosial. Semuanya bertolak belakang, jadi didapatkanlah fakta yang sekarang," ujarnya.

Perihal pernyataan Fadli Zon yang meminta polisi fokus pada penegakan hukum kasus kebohongan Ratna dan tidak justru menjadikan kasus ini sebagai alat politik, Setyo menegaskan Polri netral.

"Saya nyatakan di sini bahwa polisi netral. Sekali lagi, polisi netral. Komitmen kita dari awal polisi netral, berdasarkan UU No 2 Tahun 2002 tugas polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta penegakan hukum," ucapnya.


Dalam penegakan hukum ini, Setyo mengatakan pihaknya tidak mempunyai kepentingan lain. Karena itu, setiap nama yang muncul akan dimintai keterangan.

"Ketika satu kasus menyebut nama seseorang yang terlibat di situ, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

Pemanggilan pihak-pihak itu harus dilakukan untuk membuat kasus ini menjadi terang. Setyo pun berharap agar tugas polisi dipahami.

"Jadi mohon dipahami bahwa kita tidak ada interest apa-apa. Netral, polisi netral. Tetapi ketika nanti itu terkait, ya jangan dibilang polisi bermain politik, polisi tebang pilih, tidak. Begitu ya," tuturnya. (idh/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT