Listrik Padam, 5 Orang di Puncak Monas Langsung Dievakuasi
Kamis, 18 Agu 2005 14:15 WIB
Jakarta -
Padamnya listrik juga mempengaruhi aktivitas di Monumen Nasional (Monas). Gara-gara listrik padam, kunjungan ke monumen nan tinggi itu ditutup hingga 3 jam. Saat listrik padam, 5 pengunjung yang tengah berada di pelataran puncak Monas langsung dievakuasi. Pengawas Harian Monas, Mulyadi, saat ditemui detikcom, Kamis (18/8/2005) menceritakan, saat listrik PLN mulai padam sekitar pukul 10.25 WIB, kebetulan pengunjung Monas sedang sepi. Hanya ada lima pengunjung yang masuk ke dalam Monas. Nah, saat listrik padam, lima pengunjung yang terdiri dari bapak, ibu, dan tiga orang ini sudah berada di pelataran puncak Monas. "Jadi, mereka tidak terjebak di lift," ungkap dia. Tiga menit setelah listrik padam, genset yang disiapkan di Monas menyala. Dua lift yang ada di Monas pun bisa digunakan. "Setelah genset menyala, petugas kita langsung menjemput lima pengunjung itu dan membawanya turun melalui lift," kata Mulyadi. Begitu lima pengunjung dievakuasi, pengelola Monas langsung menutup Monas bagi pengunjung. Sejumlah orang yang sudah mengantre di lift juga diminta keluar lagi dan menunggu di luar pintu masuk. Pintu masuk ke Monas juga langsung ditutup dan para pengunjung yang baru datang diminta menunggu hingga listrik PLN menyala. Saat ditutup untuk sementara, puluhan anak SD dari Kramat Jati, Jakarta Timur tampak ikut sabar menunggu. Mereka, yang diantar oleh gurunya, meski mengetahui Monas sedang ditutup untuk pengunjung tetap memilih bertahan di sana. "Anak-anak sudah penasaran dengan puncak Monas. Karena itu, kita menunggu listrik menyala saja," kata salah seorang guru. Sekitar pukul 13.35 WIB, listrik PLN di Monas pun menyala. Akhirnya, pengelola membuka Monas untuk umum kembali. Hingga saat ini, puluhan orang tampak mengantre lift untuk naik ke puncak Monas. Untuk menikmati Puncak Monas, setiap orang harus merogoh Rp 5.000.
(asy/)










































