DetikNews
Kamis 04 Oktober 2018, 17:41 WIB

Nama Sofyan Basir di Balik 9 Pertemuan dalam Pusaran PLTU Riau

Faiq Hidayat - detikNews
Nama Sofyan Basir di Balik 9 Pertemuan dalam Pusaran PLTU Riau Dirut PLN Sofyan Basir selepas menjalani pemeriksaan di KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Nama Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir turut disebut dalam surat dakwaan perkara suap terkait PLTU Riau-1. Setidaknya ada 9 pertemuan yang keseluruhannya diikuti Sofyan.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan atas nama Johanes Budisutrisno Kotjo. Dia merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

"Terdakwa melalui Rudy Herlambang selaku Direktur PT Samantaka Batubara mengajukan permohonan proyek dimaksud dalam bentuk independent power producer (IPP) kepada PT PLN," ujar jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).




Namun, PLN disebut tidak memberikan tanggapan atas permohonan Kotjo. Akhirnya Kotjo meminta bantuan kawan lamanya yang juga Ketua DPR saat itu, Setya Novanto, agar dapat menjembataninya dengan PLN.

Novanto pun memerintahkan anak buahnya di Komisi VII DPR yang bermitra dengan PLN, Eni Maulani Saragih, untuk membantu Kotjo. Selanjutnya berbagai pertemuan terjadi dalam rangka memuluskan niat Kotjo mendapatkan proyek. Berikut pertemuan-pertemuan itu:




Pertemuan pertama

Sofyan didampingi Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso diajak Eni bertemu Novanto di kediamannya. Dalam pertemuan itu, Novanto minta proyek PLTGU Jawa III pada Sofyan.

"Namun Sofyan Basir menjawab jika PLTGU Jawa III sudah ada kandidat, namun untuk pembangunan PLTU MT RIAU-1 belum ada kandidatnya," ujar jaksa.

Pertemuan kedua

Menindaklanjuti permintaan Novanto sebelumnya, Sofyan bertemu kembali dengan Eni di kantor PT PLN. Dalam pertemuan itu, Sofyan diperkenalkan dengan Kotjo yang tertarik menjadi investor dalam proyek tersebut.

"Selanjutnya Sofyan Basir meminta agar penawaran diserahkan dan dikoordinasikan dengan Supangkat Iwan Santoso," kata jaksa.

Pertemuan ketiga

Eni dan Kotjo bertemu kembali dengan Sofyan yang kembali didampingi Supangkat di kantor PT PLN. Supangkat menjelaskan mekanisme pembangunan IPP berdasarkan Perpres Nomor 4 Tahun 2016. Dalam aturan itu, PT PLN dapat bermitra dengan perusahaan swasta dengan syarat kepemilikan saham anak perusahaan PT PLN minimal 51 persen. Kotjo pun menyatakan siap bekerja sama dengan PT PLN.

Pertemuan keempat

Kotjo dan Eni kembali melakukan pertemuan dengan Sofyan di Lounge BRI. Dalam pertemuan itu, Sofyan menyampaikan Kotjo akan mendapatkan proyek PLTU Riau-1 dengan skema penunjukan langsung tetapi PT PJB (Pembangkit Jawa Bali) harus memiliki saham perusahaan konsorsium minimal sebesar 51 persen.

Pertemuan kelima

Bertempat di Restoran Arkadia Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kotjo dan Eni bertemu dengan Sofyan bersama Supangkat. Dalam pertemuan itu, Eni meminta Sofyan membantu Kotjo mendapatkan proyek tersebut.

"Di mana Sofyan Basir kemudian memerintahkan Supangkat Iwan Santoso mengawasi proses kontrak proyek PLTU MT Riau-1," tutur jaksa.

Pertemuan keenam

Pada bulan November 2017 bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, Kotjo difasilitasi Eni kembali melakukan pertemuan dengan Sofyan dan Supangkat. Dalam kesempatan itu, Kotjo keberatan dengan persyaratan Power Purchased Agreement (PPA) menuju joint venture agreement (JVC) terkait masa pengendalian JVC oleh Chec Ltd (investor dari China yang diajak Kotjo) dan Blackgold Natural Resources Ltd yang hanya selama 15 tahun setelah commercial operation date (COD) dan meminta selama 20 tahun setelah COD sebab Chec Ltd sebagai penyedia dana mayoritas.

"Dikarenakan adanya keberatan terdakwa (Kotjo) sehingga belum dihasilkan suatu kesepakatan," kata jaksa.

Pertemuan ketujuh

Eni kembali mempertemukan Kotjo dengan Sofyan di rumah Sofyan. Sofyan menanyakan terkait PPA yang belum selesai pada Supangkat. Eni pun meminta Sofyan untuk segera menyelesaikan kesepakatan itu.

Pertemuan kedelapan

Eni mengajak Idrus ke rumah Sofyan. Saat itu, Sofyan yang ditemani Supangkat sepakat akan mendorong agar PT PLN dan PT PJBI menandatangani amandemen perjanjian konsorsium dengan catatan Chec Ltd sepakat waktu pengendalian JVC selama 15 tahun setelah COD yang rencananya akan dilakukan keesokan
harinya.

Pertemuan kesembilan

Eni bertemu Sofyan di House of Yuen Dining and Restaurant Fairmont Hotel. Eni menyampaikan bahwa Kotjo sudah berkoordinasi dengan Chec Ltd dan hasilnya Chec Ltd. sudah bersedia memenuhi persyaratan PPA. Keesokan harinya, Eni melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Idrus serta menyampaikan akan adanya pembagian fee setelah proses kesepakatan proyek PLTU Riau-1 selesai.




Tonton juga 'Dirut PLN Sambangi KPK, Ada Apa?':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed