Hashim Tepis Hoax Ratna Sarumpaet Jadi Gol Bunuh Diri Prabowo-Sandi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 04 Okt 2018 17:08 WIB
Hashim Djojohadikusumo (Elza Astari Rd/detikcom)
Jakarta - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama tim dibohongi eks jurkamnas-nya, Ratna Sarumpaet, soal penganiayaan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menegaskan hoax Ratna tak akan mempengaruhi elektoral pasangan nomor urut 02 itu.

Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo, membela Prabowo, yang langsung percaya kepada Ratna tanpa memverifikasi kabar penganiayaan itu. Ia menyebut ketokohan Ratna sudah tepercaya sehingga pihaknya langsung percaya.

"Ibu Ratna kan bukan orang asing, saya rasa semua WNI di atas 15 tahun tahu dia. Saya jujur saja juga percaya, karena ketokohan dia. Kita semua percaya, siapa yang bisa duga?" ujar Hashim saat berbincang di redaksi detikcom, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).


Tim Prabowo-Sandi mengungkap soal penganiayaan Ratna. Mereka menyatakan mendapat pengakuan dari Ratna bahwa mukanya lebam-lebam akibat dipukuli orang. Prabowo dan tim sempat bertemu dengan Ratna lalu menggelar konferensi pers soal isu penganiayaan itu. Belakangan diketahui, Ratna hanya berbohong. Mukanya lebam setelah menjalani operasi sedot lemak.

"Prabowo kan konferensi pers setelah tatap muka. Prabowo tidak tuduh siapa-siapa, hanya minta polisi usut. Kita minta suatu proses yang fair. Kita tahu kasus Novel Baswedan seperti apa kan?" tutur Hashim.

Meski akhirnya Prabowo meminta maaf karena sempat ikut menyuarakan kebohongan Ratna, itu disebut bukan hal besar. Hashim menyatakan ini menjadi pembelajaran bagi timnya.


"Bukan gol bunuh diri. Ini proses pembelajaran di mana Prabowo percaya sama tokoh, aktivis, wajar saja. Ini pembelajaran, seorang tokoh pun bisa bohong," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu.

Setelah perihal Ratna Sarumpaet terbongkar, Hashim memastikan akan ada evaluasi di timnya. Ia mengatakan BPN Prabowo-Sandi akan lebih selektif dan ketat mengawasi jurkamnas.

"Pasti ada. Sedang dilakukan. Kesimpulan belum ada. Kejadian kan baru kemarin," kata Hashim.

Ia lalu menyindir kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hasyim menyebut beberapa nama di timses pasangan nomor urut 01 yang juga kerap menjadi kontroversi.

"Saya kira Farhat Abbas perlu 'dirapikan'. Katanya Farhat kan saya dan Prabowo masuk neraka. Perlu ada kajian itu. Ruhut Sitompul mungkin juga perlu (dievaluasi)," ucap adik Prabowo tersebut.




Tonton juga 'Johnny Plate Ragukan Permintaan Maaf Ratna Sarumpaet':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/fjp)