PKS menyebut komunikasi antar partai tidak gampang. Hal itu menyebabkan belum ada persetujuan soal nama yang akan diajukan.
"Nggak gampang ternyata komunikasinya. Jadi butuh waktu," kata Penasihat Fraksi PKS Triwisaksana (Sani) di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sani mengatakan masih butuh waktu untuk berkomunikasi dengan Gerindra. Dia berharap Gerindra dapat menerima usulan dari PKS yang menyodorkan nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.
"Sebenarnya nggak alot. Cuma butuh satu dua putaran lagi untuk mengerucutkan ini," jelasnya.
Sani menegaskan tidak ada batasan waktu untuk mengusulkan nama Wagub DKI. Dia mengatakan tidak terburu-buru dalam mengusulkan nama tersebut.
"Nggak ada (batasan waktu), nggak diatur dalam UU atau PP. Internal DPRD juga masih menyesuaikan aturan tata tertibnya," jelasnya
Sebelumnya, Gerindra DKI masih menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan nama Wagub DKI. Gerindra meminta dua nama calon tidak dipaksakan berasal dari PKS.
"Soal waktu, kami masih mencari hari baik. Kapan hari baik itu, kami akan segera berikan ke Anies dan DPRD DKI. Saya minta PKS tak terus mengklaim. Kami belum ada kesepakatan dengan PKS," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DKI Iman Satria kepada wartawan, Rabu (3/10).
Terkait nama Wagub DKI yang diklaim oleh PKS, Iman menegaskan Gerindra DKI tetap mengajukan nama M. Taufik untuk menggantikan Sandiaga. Dia menegaskan hal tersebut sudah diatur dalam Pasal 24 dan Pasal 25 PP Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.
"Itu hanya klaim sepihak PKS saja. Kami tetap berikan nama Ketua DPD Gerindra DKI Muhamad Taufik sebagai pengganti Sandi," sebut Iman.
Saksikan juga video 'Soal Wagub DKI, PKS Yakin Prabowo Bijaksana':
(fdubicara soal Alexis ditutup./rvk)










































