Wiranto: Kapal Tangker Sudah Bersandar di Donggala

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kamis, 04 Okt 2018 11:06 WIB
Menko Polhukam Wiranto Foto: Wiranto di Palu (Opik-detik)
Palu - Pemerintah memastikan pelabuhan di Donggala, Sulawesi Tengah, sudah disandari kapal tangker untuk memasok bahan bakar minyak (BBM). Pelabuhan itu bisa dioperasikan setelah ada perbaikan di dermaga.

"Jadi bahan bakar ternyata kapal tangker sudah bisa bersandar di Donggala. Memang di Donggala itu pelabuhannya kan kena tsunami rusak. Saya perintahkan segera dibangun tenaga baru jeti GT sementara untuk bisa kapal tangker bersandar, bisa mompa ke depo Pertamina di Donggala sehingga pasokan bahan bakar itu tidak habis," kata Menko Polhukam Wiranto di Media Center, Korem 132 Tadulako, Palu, Kamis (4/10/2018).

Dia mengatakan jika tak ada pasokan maka BMM bisa habis dalam waktu 3 hari. Penyaluran pasokan BBM juga sudah bisa dilakukan karena jalur data telah berangsur pulih.

"Kalau habis nanti gelap lagi bagaimana sehingga sudah bisa ada upaya kita untuk mendatangkan Tangker, dan sudah sandar katanya hari ini bisa memompa ke Depo Donggala, karena jalan darat Donggala palu sudah tembus sekarang, lalu ada Armada tangki kurang lebih 9 kemarin yang bisa 4 kali rit mondar-mandir antara Palu-Donggala. Kalau 17 SPBU sudah buka akan lancar," ujarnya.

Dia menyebut saat ini pemilik SPBU akan dikumpulkan dan diminta membuka kembali pom bensin mereka. Sebanyak 100 operator POM bensin juga didatangkan dari luar Sulteng untuk membantu warga melakukan pengisian BBM.

"Sekarang pemilik SPBU sudah dikumpulkan, kita kumpulkan untuk membuka SPBU ini. Operatornya kurang, karena pada lari, pada ngungsi, saya katakan pakai polisi dan TNI untuk operator. Sekarang sedang dipetakan 100 operator bahan bakar yang didatangkan dari Jakarta untuk mengganti operator yang tidak ada," paparnya.
JK Tinjau Palu

Wiranto mengatakan pemerintah sedang menyiapkan strategi khusus untuk pemulihan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Strategi itu untuk mempercepat selesainya masa tanggap darurat.

"Akan ada satu strategi khusus nanti agar trauma ini bisa segera hilang, bisa segera sembuh lalu kita masuk dalam satu kondisi kehidupan yang kembali normal, butuh waktu memang, ini kan kondisi darurat baru berjalan 6 hari, Undang-undang mengatakan itu 2 minggu," kata Wiranto

Wiranto mengatakan status tanggap darurat diharapkan selesai sebelum 2 pekan dan masuk tahap rehabilitasi. Namun tanggap darurat itu juga diprediksi bisa sampai 1 bulan.

"Mudah-mudahan sebelum 2 minggu kita bisa normal kembali, tapi beberapa ramalan sampai satu bulan tanggap darurat baru bisa masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," ujarnya.

Dia menyebut kondisi pasca bencana di Sulteng masih jadi perhatian pemerintah. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga dijadwalkan akan datang ke Palu.

"Presiden sendiri sudah 2 kali langsung meninjau ke lapangan, sebentar lagi wakil presiden juga akan meninjau," kata dia.


Simak Juga 'Haru! Evakuasi Korban dari Reruntuhan Hotel Mercure':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/aan)