ADVERTISEMENT

Bandung-Jakarta, Begini Upaya Polisi Bongkar Sandiwara Ratna Sarumpaet

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 04 Okt 2018 07:22 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sebelum blak-blakan soal kasus dugaan penganiayaan, ada 'lakon drama' di kasus Ratna Sarumpaet. Heboh kabar menyebut Ratna dianiaya saat berada di Bandung dan dilarikan ke rumah sakit. Polisi akhirnya berhasil membongkar sandiwara tersebut.

Informasi keberadaan Ratna di Bandung pada 21 September 2018 bermula dari Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang. Dia mengatakan, Ratna berada di Kota Kembang tersebut untuk menghadiri konferensi internasional.

"Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah, saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh tiga orang dan diinjak perutnya," ungkap Nanik dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10) kemarin.



Dua rumah sakit di Jalan Jenderal Haji Amir Machmud, Kota Cimahi, Jawa Barat, memastikan tidak pernah menangani pasien korban penganiayaan atas nama Ratna Sarumpaet pada Jumat, 21 September 2018. Dua rumah sakit dimaksud adalah RSUD Cibabat dan RS Mitra Kasih.

"Tidak ada registrasi di rumah sakit atas nama Ratna Sarumpaet," kata Ahmad, petugas bagian pendaftaran RSUD Cibabat, saat ditemui di lokasi, Selasa (2/10/2018).

Kemudian, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta membeberkan bukti sebenarnya. Pada 21 September 2018, Ratna tidak berada di Bandung melainkan RS Bedah Bina Estetika Menteng. Kedatangan Ratna ke RS tersebut sudah direncanakan, bukan tiba-tiba.

"Ratna Sarumpaet pada 21 September datang ke RS, sudah direncanakan. Pada tanggal 20 September sudah mendaftar terlebih dahulu. Tanggal 21 September masuk sebagai seorang pasien," kata Nico dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menurut Nanik, Ratna menyatakan dihajar tiga orang di sekitar bandara Bandung pada Jumat (21/9). Kejadian itu disebut terjadi setelah Ratna menghadiri acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel di Bandung.

Namun dari penyelidikan, polisi menyebut tidak ada kegiatan internasional pada 21 September.



"Sudah dicek tidak ada kegiatan internasional. Kalau ada acara internasional akan ada pengamanan. Kalau ada informasi Ibu Ratna Sarumpaet di Bandung bersama 3 orang rekannya, sudah kami cek bahwa tidak ada konferensi internasional, apa bisa dari Bandung malam hari namun fakta yang didapat tanggal 21 September pukul 17.00 WIB sudah di RS Bina Estetika?" ujar Nico.

Usai ramai dibicarakan, Ratna akhirnya unjuk diri ke publik dan meminta maaf. Sambil berurai air mata, dia mengaku berbohong soal penganiayaan yang dialaminya.

Ratna mengatakan dia ke dokter bedah plastik pada 21 September 2018 untuk menjalani sedot lemak. Namun, saat ditanya oleh anaknya, dia mengaku dianiaya. Pada akhirnya, cerita itu bergulir hingga ke publik dan ke capres Prabowo Subianto yang membelanya.



"Saya tidak sanggup melihat Pak Prabowo membela saya dalam jumpa pers. Saya salat malam tadi, berulang kali dan tadi pagi saya mengatakan pada diri saya, 'stop'," kata Ratna dalam jumpa pers di Jl. Kampung Melayu Kecil V/24, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

"Saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat," ucapnya.



Saksikan juga video 'Mereka Termakan Dusta Ratna Sarumpaet, Meresahkan Warga':

[Gambas:Video 20detik]

(nkn/nkn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT