ADVERTISEMENT

Dongeng Kebodohan Ratna Sarumpaet

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 04 Okt 2018 06:55 WIB
Foto: Ratna Sarumpaet saat mengakui berbohong soal penganiayaan. (Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta - Drama penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah Ratna dimulai dari beredarnya foto muka lebam, hingga akhirnya Ratna mengaku bahwa ia berbohong soal penganiayaan.

Isu penganiayaan Ratna berawal dari beredarnya foto seorang wanita yang mukanya lebam pada Selasa (2/10/2018) pagi. Foto itu disebut Ratna yang baru saja mengalami penganiayaan.

detikcom langsung menghubungi Ratna dan terjadi percakapan telepon singkat. Saat dikonfirmasi apakah Ratna mengalami penganiayaan, ia membantahnya.

"Nggak," kata Ratna saat ditanya detikcom soal apakah ia mengalami penganiayaan.


Meski begitu, penganiayaan Ratna diakui oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Di tim pemenangan pasangan nomor urut 02 ini, Ratna didapuk sebagai salah satu juru kampanye nasional (jurkamnas).

"Kita justru baru tahu tadi malam. Beliau dianiaya oleh sekelompok orang," ungkap Koordinator Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak saat dihubungi detikcom, Selasa (2/10) siang.

Dahnil lalu mengatakan, Ratna mengaku mengalami penganiayaan pada 21 September 2018 di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, Ratna mengalami trauma dan ketakutan sehingga tak langsung mempublikasikan kisah penganiayaan itu. Dahnil bahkan meminta LPSK untuk membantu melindungi Ratna.

Setelah itu, Waketum Gerindra Fadli Zon juga turut meramaikan isu ini. Ia memposting fotonya bersama Ratna Sarumpaet saat keduanya bertemu. Dalam foto yang diunggah Fadli, tampak masih ada bekas luka di wajah Ratna.

Dongeng Kebodohan Ratna SarumpaetFoto: Ratna Sarumpaet saat bertemu Fadli Zon. (Twitter Fadli Zon)

"Mbak Ratna Sarumpaet memang mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum yang belum jelas. Jahat dan biadab sekali," kata Fadli Zon lewat Twitter, Selasa (2/10) siang.

"Saya jenguk Mbak Ratna Sarumpaet saat proses recovery dua hari lalu. Tindakan penganiayaan ini memang sungguh keji," imbuhnya.

Lalu sore harinya, Prabowo langsung bertemu dengan Ratna. Lokasi pertemuan tidak dipublikasi, namun diungkap melalui tim Prabowo-Sandiaga.

Adalah Fadli Zon dan Dahnil Anzar yang kembali mengungkap. Fadli menyampaikan informasi itu melalui akun Twitternya. Dahnil juga menyampaikan hal serupa di Twitter.

"Sekarang Pak @prabowo sedang bertemu di suatu tempat dengan Bu @RatnaSpaet karena beliau khawatir dan takut karena trauma merasa terancam," ungkap Dahnil.


Hadir dalam pertemuan itu sejumlah tim pemenangan Prabowo-Sandiaga, termasuk Amien Rais yang merupakan salah satu dewan pembina. Kemudian Ada juga Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang lalu mengeluarkan keterangan tertulis. Ia mengungkap cerita Ratna ke Prabowo soal penganiayaannya.

Kepada Prabowo, Ratna mengaku dirinya dihajar tiga orang pada 21 September 2018 malam. Peristiwa itu terjadi setelah Ratna bersama dua temannya dari Sri Lanka dan Malaysia menghadiri acara konferensi di sebuah hotel di Bandung.

Ratna bersama dua orang temannya lalu naik taksi menuju Bandara Husein Saatranegara, Bandung. Namun saat dua temannya turun, Ratna disebut ditarik tiga orang.

Dongeng Kebodohan Ratna SarumpaetFoto: Prabowo Subianto bertemu Ratna Sarumpaet. (Dok Twitter Fadli Zon).

Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh tiga orang dan diinjak perutnya," tutur Nanik.

Ia melanjutkan, setelah dipukuli tiga orang tak dikenal tersebut di tempat gelap, Ratna kemudian dilempar ke pinggir jalan aspal hingga bagian samping kepalanya robek. Nanik menyebut kejadian itu sangat cepat sehingga Ratna kesulitan mengingat urutan kejadiannya.

"Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi, Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi," kata Nanik.

Setelah itu, Ratna disebut mencari kendaraan dan pergi menuju rumah sakit. Namun Nanik tidak mengungkap kendaraan apa yang dimaksud dan rumah sakit mana yang dituju Ratna. Menurutnya, Ratna juga sempat menelepon dokter bedah yang merupakan temannya dan langsung ditangani.


Hanya, dokter yang disebut tidak diketahui namanya. Setelah ditangani, Ratna langsung pulang ke Jakarta tanpa dirawat.

"Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo," tutur Nanik.

Usai bertemu dengan Ratna, Prabowo menggelar konferensi pers bersama timses di kediamannya. Ia sempat menyatakan ingin menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membicarakan soal 'kabar' penganiayaan terhadap Ratna.

"Saya bersama tokoh-tokoh dari badan pemenangan kita dari Koalisi Indonesia Adil Makmur, kami berencana dalam waktu dekat untuk minta waktu menghadap Kapolri dan pejabat-pejabat lain untuk membicarakan masalah ini (penganiayaan Ratna Sarumpaet)," kata Prabowo di rumahnya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

Di waktu bersamaan, sejumlah tokoh menggelar Aksi Solidaritas Peduli Ratna Sarumpaet. Mayoritas yang datang adalah pendukung Prabowo-Sandiaga.


Mereka yang tampak hadir dalam aksi solidaritas itu di antaranya adalah Fahri Hamzah, Eggi Sudjana, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean, politikus Gerindra Habiburokhman, hingga aktivis Hariman Siregar.

Eggi Sudjana mengatakan para aktivis berkumpul untuk memberi dukungan kepada Ratna Sarampaet. Menurutnya, perlakukan yang dialami Ratna tersebut sangat biadab.

"Ini satu tragedi aktivis, Bu Ratna itu aktivis senior, sudah kelasnya nenek, tapi diperlakukan biadab," tutur Eggi di lokasi aksi solidaritas bagi Ratna Sarumpaet, Dunkin' Donuts Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10) malam.

Esok paginya, Rabu (3/10/2018), pihak kepolisian mengungkap penganiayaan Ratna tidak terbukti. Pihak kepolisian mendapat banyak laporan pengaduan soal perkara Ratna itu sehingga polisi melakukan penyelidikan.


Polisi menemukan bukti, Ratna tak ada di Bandung pada 21 September 2018. Ratna diketahui menjalani perawatan di RS Khusus Bedah Bina Estetika dari tanggal 21-24 September 2018.

"Tercatat dalam buku register rawat inap RS Bina Estetika Ratna Sarumpaet masuk hari Jumat, tanggal 21 September 2018, pukul 17.00 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, Ratna Sarumpaet keluar RS Bina Estetika pada Senin, tanggal 24 September, pukul 21.28 WIB menggunakan taksi Blue Bird," ungkap Dirkrimum Polda Metro Jaya Nico Afinta.

Tak lama berselang usai pernyataan polisi, Ratna lalu menggelar jumpa pers di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Ia mengaku telah berbohong soal cerita penganiayaan.

Ratna menyatakan kebohongan berawal hanya untuk mencari alasan ke anak-anaknya soal kondisi mukanya yang lebam saat pulang ke rumah. Sebenarnya, Ratna berkunjung ke rumah sakit untuk keperluan sedot lemak.

Dongeng Kebodohan Ratna SarumpaetFoto: Surat Permohonan maaf Ratna Sarumpaet ke Prabowo Subianto. (dok. Istimewa)

"Tanggal 21 saya mendatangi rumah sakit khusus bedah, menemui dokter Sidik, ahli bedah plastik. Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri-kanan saya. Dokter Sidik adalah dokter ahli bedah plastik yang saya percaya, yang saya sudah 3, 4 kali ke sana," ucap Ratna.

Sambil terisak, Ratna meminta maaf kepada capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang telah membelanya. Ia berharap dari pengakuannya, kegaduhan segera berakhir.

"Saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo, terutama Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat. Saya nggak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini," ujar Ratna.


Ia mengaku tak mengerti mengapa terus menyampaikan kebohongan. Padahal awalnya ia hanya ingin berbohong kepada anak-anaknya saja.

"Kebodohan, yang saya nggak pernah bayangkan, bisa lakukan dalam hidup saya," kata Ratna.

"Dan saya nggak tahu kenapa, dan saya nggak pernah membayangkan bahwa saya akan terjebak dalam kebodohan seperti ini. Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita," tambahnya.

Dia menegaskan tak ada tindak penganiayaan seperti yang beredar sebelumnya. Cerita soal penganiayaan sebenarnya tidak keluar langsung dari mulut Ratna kepada publik. Kubu Prabowo-Sandi yang mengungkap kisah itu.

"Itu yang yang terjadi, itu lah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayalan yang diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu," beber Ratna.


Setelah Ratna mengungkap drama kebohongannya, elite-elite politik yang sebelumnya membela Ratna balik memberikan serangan. Elite partai koalisi Prabowo-Sandi juga meminta Ratna untuk dicopot dari posisi jurkamnas di timses.

Tak hanya itu, sejumlah pihak membuat laporan ke polisi terkait kasus Ratna ini. Bukan hanya Ratna, pihak-pihak yang turut terlibat dalam penyebaran isu penganiayaan juga turut dilaporkan, di antaranya Prabowo, Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan Dahnil Anzar.

Sandiaga Uno yang sebelumnya menyatakan Ratna diancam oleh orang juga mengambil sikap tegas ke Ratna. Ia menyatakan pihaknya akan melaporkan Ratna karena telah dibohongi.

"Saya pernah memberikan pernyataan, statement, bahwa anggota badan kita yang melakukan hoax kita akan laporkan ke polisi. Itu pasti kami akan tindaklanjuti," ujar Sandiaga, Rabu (3/10) sore.

Ratna kemudian menyampaikan surat pengunduran diri dari jurkamnas. Namun ternyata sebelum surat itu sampai, Ratna sudah terlebih dahulu dicopot dari timses Prabowo-Sandi. Ratna juga mengirim surat permintaan maaf kepada Prabowo.

Di penghujung hari Rabu, Prabowo bersama Sandiaga dan timsesnya menggelar konferensi pers. Prabowo meminta maaf karena sempat ikut suarakan kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10) malam.



Saksikan juga video 'Mereka Termakan Dusta Ratna Sarumpaet, Meresahkan Warga':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/nkn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT