Isak Tangis Keluarga Sambut Korban Gempa Palu asal Garut

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 03 Okt 2018 22:59 WIB
Foto: Hakim Ghani/detikcom
Garut - Sebanyak 22 orang warga Kabupaten Garut yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pulang ke kampung halaman. Kedatangan mereka disambut isak tangis keluarga.

Para korban tiba di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Rabu (3/10/2018), pada pukul 21.09 WIB.

Setelah diterbangkan dari Makassar menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta, mereka dijemput jajaran anggota Polri-TNI dari Polres Garut dan Kodim 0611.

"Semuanya ada 22 orang, 10 anak-anak 12 orang dewasa," ujar Kapolres AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di kantornya.



Isak tangis keluarga pecah saat rombongan yang menaiki bus polisi tiba di Mapolres. Mereka langsung memeluk para korban yang baru turun dari bus.

Saat sampai di Mapolres, para korban langsung diperiksa kesehatannya. Budi menyebut ada ratusan warga Garut yang jadi korban.

"Lebih dari 100. Tadi juga ada laporan dari Cibuluh ada 50 orang mereka yang ada di Palu," katanya.



Sekitar 1 jam berada di Mapolres, para korban kemudian beranjak ke rumah mereka, yang rata-rata berada di Kecamatan Sukaresmi, menggunakan mobil Elf yang disediakan polisi.

"Kita akan terus pantau dan lakukan penjemputan bagi para korban asal Garut," pungkas Budi. (nkn/nkn)