ADVERTISEMENT

Ratna Sarumpaet Bohong, Prabowo Bersyukur Tak Jadi Bertemu Kapolri

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 03 Okt 2018 21:33 WIB
Prabowo Subianto (Marlinda Octavia Erwanti/detikcom)
Jakarta - Ratna Sarumpaet mengakui berbohong soal kabar penganiayaannya. Prabowo Subianto, yang sebelumnya ingin mendatangi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk meminta keadilan bagi Ratna, angkat bicara.

"Sebelumnya, kami menyampaikan niat kami ketemu Kapolri, tapi alhamdulilah kejadian itu tak terjadi. Saya bersyukur itu tidak terjadi," ungkap Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) malam.

Ia menyatakan ingin membela Ratna Sarumpaet karena merasa prihatin mendengar kabar soal penganiayaan. Apalagi Ratna sudah berusia 70 tahun.


"Inilah yang buat sangat-sangat prihatin karena masyarakat tidak bisa dilepas dari kejadian-kejadian lainnya. Kita tahu (kasus) Ibu Neno Warisman," ucap Prabowo.

Capres nomor urut 02 itu meminta maaf kepada publik karena telah ikut meramaikan kabar bohong Ratna Sarumpaet. Prabowo mengaku bersyukur penganiayaan tidak benar-benar terjadi.

"Saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," ucapnya.


"Ternyata alhamdulillah kejadian itu tidak terjadi, saya bersyukur tidak terjadi. Kita berpikir positif, saya bersyukur itu tidak terjadi," tambah Prabowo.

Ratna Sarumpaet sudah mengaku berbohong soal penganiayaannya. Ia juga meminta maaf kepada Prabowo dan timnya.

Prabowo sempat bertemu dengan Ratna saat kabar penganiayaan itu beredar. Ia lalu menggelar konferensi pers untuk membela salah satu juru kampanyenya tersebut.

"Saya bersama tokoh-tokoh dari badan pemenangan kita, dari Koalisi Indonesia Adil Makmur, kami berencana dalam waktu dekat untuk minta waktu menghadap Kapolri dan pejabat-pejabat lain untuk membicarakan masalah ini (penganiayaan Ratna Sarumpaet)," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (2/10) malam. (elz/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT