DetikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 20:31 WIB

Kejari Pekanbaru Raih Peringkat 1 Penanganan Kasus Korupsi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kejari Pekanbaru Raih Peringkat 1 Penanganan Kasus Korupsi Gedung Kejaksaan Agung (Foto: dok detikcom)
Pekanbaru - Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai Kejari Pekanbaru merupakan tingkat pertama terbaik dalam penanganan korupsi. Penilaian ini khusus Kejari Tipe A di seluruh Indonesia.

Hasil penilaian itu disampaikan Kejagung dalam surat Nomor: B-1747/F/Fjp/10/2018 perihal Penilaian Kinerja Semester I Tahun 2018 Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri tipe A, Kejaksaan Negeri Tipe B, dan Cabang Kejaksaan Negeri. Surat itu ditandatangani Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Dr M Adi Toegarisman tertanggal 2 Oktober 2018.

"Alhamdulillah. Untuk periode semester I tahun 2018, yaitu 1 Januari hingga 30 Juni, kita mendapat peringkat I dalam penanganan tindak pidana khusus tingkat Kejari Tipe A se-Indonesia," Kepala Kejari (Kajari) Suripto Irianto kepada detikcom, Rabu (3/10/2018).



Meski tidak mengetahui secara detail aspek penilaian tersebut, namun Kajari meyakini hal itu tak lepas dari kualitas penanganan tindak pidana khusus, terutama tindak pidana korupsi (tipikor) yang ditangani jajarannya. Tidak hanya itu, Suripto, Kejari Pekanbaru juga berhasil mengeksekusi 14 terpidana korupsi yang sebelumnya menyandang status buron. Rinciannya, tiga orang ditangkap di Sumatera Utara (Sumut), satu orang di Bali, dan sisanya di Pekanbaru.

"Saya kira menjadi salah satu aspek penilaiannya," sebut Suripto.

Apresiasi ini, katanya akan menjadi motivasi dirinya dan jajaran untuk lebih meningkatkan kinerja. Tidak hanyak bidang Pidsus, juga bidang-bidang lainnya. "Prestasi ini jangan membuat kita lengah. Tapi harus memacu diri untuk meningkatkan kinerja. Begitu juga dengan bidang-bidang lain," kata Suripto.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru Sri Odit Megonondo, menerangkan, pada tahun 2018 ini pihaknya tengah menangani dugaan rasuah pada pembangunan drainase di Kota Pekanbaru yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.

Penyelidikan perkara ini diketahui hanya berjalan satu bulan hingga naik ke tahap penyidikan. Penyimpangan tersebut diduga telah merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

"Kita juga telah merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi kredit fiktif di BRI Agro Cabang Pekanbaru yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 5 milar lebih. Tak lama lagi, berkas perkaranya akan limpah ke pengadilan," terang mantan Kasi Intelijen Kejari Rokan Hilir (Rohil) ini.



Terakhir Odit mengingatkan kepada seluruh pemangku jabatan yang mengelola kegiatan yang ada di Kota Pekanbaru, untuk bekerja dengan baik sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

"Jangan main-main dengan uang negara jika tidak ingin masuk penjara," pungkas Odit mengingatkan.

Untuk diketahui, apresiasi dalam penanganan tindak pidana khusus tingkat Kejari Tipe A se-Indonesia, untuk peringkat pertama diraih Kejari Pekanbaru. Disusul Kejari Banjarmasin dan Kejari Samarinda di peringkat II dan III.
(cha/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed