Warga Sukoharjo Demo Kantor Mendagri M Ma'ruf

Warga Sukoharjo Demo Kantor Mendagri M Ma'ruf

- detikNews
Kamis, 18 Agu 2005 09:21 WIB
Jakarta - Sekitar 150 orang dari Forum Publik Masyarakat Sukoharjo (FPMS) mendemo kantor Departemen Dalam Negeri (Depdagri). FPMS menuntut Depdagri agar tidak gegabah menetapkan Bambang Riyanto sebagai bupati Sukoharjo terpilih."Kita ingin Depdagari tidak ceroboh dalam mengambil keputusan," kata Koordinator FPMS Adi Wijaya ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (18/8/2005). Menurut Adi, demo akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. "kita siap turun. Saat ini, sebagian besar sudah berkumpul di stasiun Gambir," tutur Adi. Adi pun menyampaikan alasan dirinya melakukan aksi demonstrasi. Adi memaparkan, Bambang Riyanto yang diusung PDIP, memiliki setumpuk kasus dugaan korupsi. Parahnya lagi, mantan Bupati Sukoharjo ini sudah ditetapkan Polda Jawa Tengah sebagai tersangka. "Bambang Riyanto itu sudah menjadi tersangka atas kasus pengembalian sepeda motor milik Pemda Sukoharjo," ungkap Adi bersemangat.Sepeda motor ini, tutur Adi, seharusnya dimiliki Pemda Kabupaten Sukoharjo. Tetapi, puluhan sepeda motor senilai Rp 400 juta itu justru diberikan kepada para anggota dewan. "Sepeda motor itu seharusnya dijadikan plat merah. Ia (Bambang) malah merubahnya menjadi plat hitam," sesal Adi.Masih ada beberapa kasus dugaan korupsi lain yang mengantre Bupati Sukahorjo terpilih ini. Adi menyampaikan, salah seorang angggota DPRD Kabupaten Sukoharjo sudah melaporkan ke KPK atas dugaan korupsi Rp 13 miliar. "Dana ini berasal dari penggelumbungan nilai proyek terminal Kartosuro," paparnya. Ada lagi tuduhan dugaan korupsi yang akan diterima Bambang. Yakni kasus pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. "Nilai korupsinya mencapai Rp 20 miliar," tambah Adi.Adi menuturkan, aksi yang akan digelar di kantor Mendagri M Ma'ruf ini, melibatkan berbagai elemen masyarakat Sukoharjo. "Guru, kepala desa, lurah serta masyarakat Sukoharjo juga ikut turun demo," tukas Adi. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads