DetikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 17:16 WIB

Gandeng ACT, Vivo Salurkan Bantuan Rp 4 Miliar untuk Korban Gempa

Robi Setiawan - detikNews
Gandeng ACT, Vivo Salurkan Bantuan Rp 4 Miliar untuk Korban Gempa Foto: Dok. Vivo
Jakarta - Bencana gempa dan tsunami yang melanda kawasan Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu masih menyisakan duka mendalam. Untuk itu beragam instansi, lembaga, dan perorangan terpantau masih terus bahu-membahu mengumpulkan bantuannya untuk para korban.

Produsen smarthone Vivo pun tak ketinggalan untuk turut memberikan bantuannya. Untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa dan tsunami, Vivo memberikan donasi sebesar Rp 4 miliar yang disalurkan melalui Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia, Edy Kusuma, menjelaskan bahwa bencana ini telah menjadi duka bersama. Dirinya berharap upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat membantu meringankan beban ribuan para korban di Palu, Donggala, dan area terdampak lainnya.

"Donasi yang Vivo berikan ini tentu saja tidak bisa menggantikan kerusakan dan kehilangan yang terjadi, namun Vivo merasa sangat perlu untuk mendukung program penanganan bencana, terutama untuk membantu kelangsungan hidup korban yang selamat," jelas Edy dalam keterangannya, Rabu (3/10/2018).

Edy menjelaskan, bantuan dari Vivo akan dikonversikan dalam bentuk logistik yang dibutuhkan para korban bencana. Dirinya juga mengungkapkan, Vivo Mobile Indonesia mengapresiasi penuh penanganan bencana Palu dan Donggala yang dilakukan secara tanggap, cepat, dan terkoordinasi dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun negara lain.


Dirinya pun mengungkapkan bahwa dalam bencana ini beberapa rekan kerja, tim Sales, dan rekan bisnis dari Vivo Mobile Indonesia yang berada di Sulawesi Tengah pun turut menjadi korban, termasuk beberapa saudara dari karyawan yang bekerja di Vivo Mobile Indonesia.

Lebih lanjut, bantuan dari Vivo ini diserahkan langsung oleh General Manager for Digital and Partnership PT Vivo Mobile Indonesia Fachryansyah Farandy secara simbolis, kepada Vice President ACT Rini Maryani, yang bertempat di Kantor Pusat ACT.

Fachryansyah pun mengungkapkan keprihatinannya. Dirinya berharap upaya pencarian dan penyelamatan korban dapat berjalan lancar dan tuntas, dan para korban selamat diberi kekuatan untuk menghadapi musibah ini.

"Vivo bekerja sama dengan ACT yang telah sangat sigap dan profesional menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana, termasuk untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sejak awal. Kami pun berharap bantuan yang diberikan ini dapat sesegera mungkin menjangkau para korban," jelas Fachryansyah.

Terkait hal tersebut, Rini pun mengapresiasi atas dipercayanya ACT oleh Vivo dalam menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Palu dan Donggala.


"Kepedulian dari bangsa ini, termasuk dari Vivo akan menjadi energi penggerak untuk segera memulihkan Palu dan Donggala. Seperti tagar yang diinisiasi oleh ACT bertajuk #IndonesiaBersamaPaluDonggala," ujar Rini.

Sementara itu sebagai informasi, pasca gempa dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT langsung merencanakan pemberangkatan personil menuju Donggala dan Palu, berkoordinasi dengan Tim ACT Sulawesi Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan. Pada Sabtu dini hari (29/9/2018), DERM ACT berangkat menuju Donggala dan Palu melalui jalur udara ke Gorontalo, lalu disambung dengan perjalanan darat.

Kemudian, pada Minggu (30/9/2018), sebanyak 24 relawan ACT Sulawesi Selatan, MRI Sulawesi Selatan, dan tim ACT berangkat dari Makassar menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufri di Palu. Evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan dan yang terkena terjangan tsunami di pantai Palu terus dilakukan, sambil mencari titik-titik untuk membuka posko kemanusiaan.

Setelah itu, tambahan tim ACT yang tiba berikutnya dialihkan ke Bandara Mamuju karena kepadatan Bandara Palu. Bersamaan dengan itu, MRI Kalimantan Timur sebanyak 13 orang relawan berangkat menuju Palu dan Donggala dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan.


Pada hari kedua pascabencana, ACT telah menurunkan tim yang terbagi di beberapa titik, tim Emergency Response-ACT yang menuju Donggala dari Gorontalo, tim MRI-ACT dari Mamuju yang berada di Donggala sebelah barat teluk, tim MRI-ACT dari Sulawesi Selatan di Kota Palu, dan tim MRI-Kalimantan Timur yang menuju Palu dari Balikpapan.

Hingga Selasa (2/10/2018) petang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah terbaru korban yang meninggal dunia telah mencapai sebanyak 1.374 jiwa. Tim ACT telah menyiapkan Posko Kemanusiaan ACT di Jalan H Hayun, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Posko ini terletak tak jauh dari Gerai Vivo yang telah ditutup untuk sementara waktu untuk menghindari adanya gempa susulan.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed