Luncurkan Rumah Pangan Santri, PBNU Ajak Bulog Kerja Sama

Luncurkan Rumah Pangan Santri, PBNU Ajak Bulog Kerja Sama

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 03 Okt 2018 15:31 WIB
Luncurkan Rumah Pangan Santri, PBNU Ajak Bulog Kerja Sama
Foto: PBNU Luncurkan Rumah Pangan Santri (Zunita-detik)
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan program rumah pangan santri bersama Badan Urusan Logistik (Bulog). Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam peluncuran program Rumah Pangan Santri di Kantor PBNU, Jl. Keramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Dalam acara ini turut hadir Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, Kepala Bulog Budi Waseso (Buwas), Waketum PBNU Maksum Mahfoedz, Bendahara Umum PBNU Bina Soehendra, Ketua PBNU Robikin Emhas, Wasekjen PBNU Andi Najmi.

"Rumah Pangan Santri ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan dan harga pangan, juga untuk mengembangkan perekonomian pesantren secara mandiri," kata Said di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Rumah pangan santri menurutnya dapat mewujudkan dua tujuan yaitu ketahanan pangan nasional dan memberdayakan ekonomi ummat. Dia juga menyebut program ini adalah gagasan dari cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin saat masih menjadi Rais Aam PBNU.

"Rumah Pangan Santri sesungguhnya merupakan gagasan KH Ma'ruf Amin sewaktu menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar NU. Akses permodalan yang mudah dan cepat bertujuan mendorong pesantren mitra untuk mengembangkan skala usahanya dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi umat di wilayahnya masing-masing," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Budi Waseso dalam sambutannya kerja sama dengan PBNU ini adalah salah satu upaya Bulog untuk membuka jaringan seluasnya agar distribusi pangan bisa merata dirasakan oleh masyarakat.



"Tentunya hari ini kita mulai kerja sama PBNU karena kita ingin Bulog ini, bangun jejaring rumah pangan seluas-luasnya, sehingga pendistribusian kita sampai kemana-mana," tutur Buwas dalam sambutannya.

Buwas juga menuturkan Bulog sudah berupaya maksimal memberikan bantuan kepada korban bencana seperti di Lombok, NTB dan Palu, Sulawesi Tengah. Dia pun menyinggung penjarahan yang ada di Palu, menurutnya penjarahan itu dilakukan karena dalam keadaan mendesak.

"Termasuk kemarin pengalaman waktu kami ada musibah di NTB rupanya jejaring penting, ini juga jejaring yang diperlukan, yang kita perlu bangun kebersamaan, persaudaraan kita, jadi jangan dipikir saudara kita jarah negatif, karena dia panik bantuan pangan nggak hadir karena mobilitasnya putus," jelas Buwas.

Dalam acara peluncuran program ini ada penandatanganan MoU antar keduanya, Buwas juga memberikan bahan pokok pangan simbolis diserahkan kepada Said Aqil untuk berlangsungnya program rumah pangan santri. Bahan pangan yang diserahkan adalah beras, gula, tepung dan minyak, masing-masing diberikan Buwas sebagai Kabulog 10 ton. (zap/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini