Menkominfo: Reaktivasi BTS di Sulteng Tergantung Pasokan Listrik

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 03 Okt 2018 13:57 WIB
Menkominfo Rudiantara (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Menkominfo Rudiantara mengatakan proses reaktivasi base transceiver station (BTS) di Palu, dan sekitarnya tergantung pasokan listrik. Pengaktifan kembali BTS dilakukan secara bertahap.

"Kemarin kita running, jam 10 kemarin itu 49 persen. Kalau sekarang nambah mungkin ya setengah lah dari kapasitas. Yang permasalah besar diidentifikasi itu di Palu. Palu itu sampai kemarin itu running hanya 15 persen. Kemudian juga Sigi, Donggala, tidak lebih dari 25 persen. Masalah utamanya adalah pasokan listrik. Ada juga tower yang miring, struktur harus diperbaiki. tapi mayoritas adalah listrik," kata Rudiantara di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).



"Pemerintah, kemarin saya diupdate oleh Pak Jonan (Menteri ESDM, Ignasius Jonan)itu diharapkan listrik diharapkan masuk lagi ke Palu mulai besok tanggal 5 (Oktober). Jadi perlahan-lahan listrik masuk kita bisa reaktivasi. Tapi tidak bisa langsung seluruhnya. Dia harus bertahap tergantung listrik ya," sambungnya.

Rudiantara mengatakan proses reaktivasi visa dilakukan dalam waktu 2-4 jam. Proses itu bisa dilakukan jika tidak ada kerusakan fisik BTS.

"2 sampai 4 jam dengan catatan tidak ada masalah struktur. Hanya reaktivasi," jelasnya.

Dia menyebut pihak operator sudah berupaya membawa genset ke Palu dan sekitarnya untuk mengaktifkan BTS. Namun jika genset mati karena kehabisan bahan bakar, maka BTS akan mati.

"Teman-teman operator membawa genset. Walaupun genset tergantung pada solar, saya minta ke Pak Jonan tolong nanti solar nya available, adalah solarnya. Kalau nggak nanti mati listrik genset, mati juga BTS-nya," ujar Rudiantara.



Tonton juga 'Layanan Komunikasi di Sulteng Telah Pulih 49%':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/rvk)