Koordinator Lapangan Tim MRI Jakarta Raya, Tommy Tirta, mengatakan tim yang dipimpinnya untuk berangkat ke Palu, punya misi penyelamatan dan penyaluran bantuan tenaga medis. Dari Makassar yang jadi titik poin pertama, para relawan akan melakukan perjalanan berlanjut dengan moda transportase lain menuju Palu.
"Sejumlah relawan berlatar belakang rescuer dan tenaga medis profesional. Tujuh di antaranya adalah rescuer berpengalaman, sedangkan tiga lainnya adalah tenaga medis yang terdiri dari dua orang bidan dan seorang paramedis terlatih," jelasnya salam keterangan tertulis, Rabu (3/10/2018).
Diketahui, sampai hari keempat pascagempa, Selasa (2/10/2018), masih banyak jenazah korban tsunami dan gempa yang belum ditemukan. Apalagi, laporan orang hilang dan korban luka berat juga mencapai ratusan. Kebutuhan anggota penyelamat dan tenaga medis masih sangat dibutuhkan.
Baca juga: Sandiaga Galang Dana untuk Korban Gempa Palu |
"Tugas utama kami, melakukan evakuasi korban dan tindakan medis yang sifatnya darurat. Kami berharap keberadaan kami di lokasi bencana dapat mempercepat proses evakuasi jenazah yang masih belum dipindahkan dari pinggir jalan, pesisir pantai, dan reruntuhan," ujar Tommy.
Beberapa waktu lalu, Tim ACT yang pertama kali tiba di Palu menceritakan, ratusan jenazah masih dibiarkan begitu saja di halaman parkir beberapa rumah sakit. Hal ini terjadi karena minimnya tenaga relawan dan kantong jenazah yang terbatas.
"Bagaimana pun juga, kami akan berusaha tetap memanusiakan jenazah, sampai ke penguburan, Insya Allah," ujar Tommy.
Baca juga: Bantuan Korban Bencana di Sulawesi Tengah |
Relawan terpilih MRI Jakarta Raya
Sekretaris Umum MRI Jakarta Raya, Hani Hanifah menjelaskan, relawan asal Jakarta yang dikirimkan MRI adalah relawan terpilih.
"Sepuluh orang relawan yang sore ini kami kirim adalah yang terbaik dari yang terbaik. Teman-teman relawan yang sudah berpengalaman di bidangnya, hampir seluruhnya sudah pernah terjun ke daerah bencana, seperti Lombok, Papua, Aceh, dan Yogyakarta," ujarnya.
"Yang bertugas mengobati dapat mengobati, yang bertugas sebagai penyelamat dapat menyelamatkan. Dengan izin Allah tentunya," ucapnya.
Hani menambahkan, kemampuan dan kebolehan yang tersalurkan di lokasi bencana, dapat menjadi bekal seumur hidup bagi para relawan MRI Jakarta Raya.
"Mereka yang diterjunkan langsung di lokasi bencana dapat terus mengasah insting dan ketangkasan untuk menolong sesama. Kelak, bekal tersebut dapat diteruskan ke rekan-rekan relawan lainnya, agar terus terpanggil untuk melakukan pengabdian bagi masyarakat luas. Baik di lokasi bencana, lokasi terdampak konflik kemanusiaan, atau bahkan di kehidupan sehari-hari," harapnya.
Saksikan juga video '26 Negara dan 2 Organisasi Internasional Siap Bantu Palu':
[Gambas:Video 20detik] (idr/ega)











































