"Kurang lebih 5-7 hari kegiatan terkait pemutakhiran data pemilih itu off di Sulteng," ujar Komisioner KPU Viryan Aziz, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).
Ada sejumlah pertimbangan penghentian sementara pemuktahiran data yakni agar KPU provinisi Sulteng terlebih dulu memastikan kondisi kantor. Apakah nantinya ditemukan adanya kerusakan, hingga kehilangan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepada KPU provinsi Sulteng untuk dilakukan, yang pertama memastikan kondisi kantor KPU provinsi, kabupaten/kota," kata Viryan.
"Kalau kondisinya rusak, yang rusak apa, misalkan komputer, seluruh perangkat kerja komputer di ruangan itu rusak, termasuk di dalamnya ada data," sambungnya.
Selain itu, Viryan juga meminta petugas untuk terlebih dulu melakukan evakuasi terhadap jajaran KPU yang menjadi korban. Baik pada tingkat KPU Provinsi mapun Panitia Pemungutan Suara (PPS).
"Kita minta agar melakukan identifikasi korban, yang luka, meninggal, baik dari jajaran KPU provinsi sampai PPS," ujar Viryan.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diberikan terdapat dua orang KPU meninggal dunia. Sehingga, diharapkan masing-masing anggota KPU terlebih dulu menyelamatkan diri.
"Yang udah kita ketahui kan dua orang meninggal dunia ya, kasubag dan anggota KPU. Maka selamatkan dulu kondisi masing-masing sanak famili, baru dari kantor," tuturnya.
Tonton juga 'Detik-detik Evakuasi Korban Selamat dari Reruntuhan':
(dwia/fdn)











































