Pengibaran Bendera GAM di Aceh Timur Sangat Disesalkan

Pengibaran Bendera GAM di Aceh Timur Sangat Disesalkan

- detikNews
Rabu, 17 Agu 2005 18:23 WIB
Jakarta - Pemerintah sangat menyesalkan terjadinya insiden pengibaran bendera GAM di Aceh Timur. MoU yang telah ditandatangani seharusnya dijalankan dengan segala konsekuensinya."Seharusnya semua pihak bisa memahami, memorandum kesepakatan penghentian konflik sudah ditandatangani," kata Menko Bidang Politik dan Kemanan Widodo AS usai upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8/2005).Bagaimana sikap TNI? "Harapan saya, TNI bisa mengelola keadaan dengan baik, itu sudah luas artinya," harap mantan panglima TNI ini.Seperti diberitakan, petugas patroli dari batalyon kavaleri V menemukan bendera GAM dikibarkan berada dalam satu tiang dengan bendera merah putih. Kejadian ini ditemukan di Simpang Ulin, Aceh Timut. Sayangnya, pelaku pengibaran bendera GAM tidak ditemukan. Petugas pun mengamankan bendera berlambang bulan dan bintang tersebut. Setali tiga uang, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyesalkan adanya pengibaran bendera GAM, dua hari pasca penandatanganan MoU RI dengan GAM. "Ini sangat disayangkan, karena sudah ada perjanjian damai," sesal mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini. Kurang SosialisasiBerbeda dengan kedua pejabat pemerintahan tadi, Ketua MPR Hidayat Nurwahid menilai, pengibaran bendera GAM kemungkinan belum tersosialisasinya MoU RI dan GAM ke semua pihak. "Mungkin ini baik kurang sosialisasi kepada mantan GAM dan masyarakat Aceh, serta warga Indonesia umumnya," tutur Hidayat Nurwahid.Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, kejadian ini semoga saja hanya bagian dari dinamika. "Seiring dengan pendewasaan, mudah-mudahn kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," tambahnya. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads