Ngabalin: Tak Ada Alasan Gempa Sulteng Jadi Bencana Nasional

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 02 Okt 2018 08:05 WIB
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Ali Mochtar Ngabalin bicara soal status bencana terkait gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah. Dia menilai status 'bencana nasional' untuk gempa Sulteng itu belum tepat.

Ngabalin mengatakan salah satu syarat untuk menetapkan musibah menjadi bencana nasional adalah ditinjau dari sistem pemerintah daerah setempat. Hingga kini, sistem pemerintahan di Sulteng, baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota masih berjalan.

"Itu kan salah satu syarat untuk menetapkan 'bencana nasional' itu kan ketika pemerintahannya tidak berfungsi. Kalau ini kan semua pemerintahan berfungsi, gubernur, bupati, dan wali kota, semua berfungsi, mekanismenya berfungsi, instruksi untuk dinas berfungsi, sehingga tidak ada alasan yang bisa memenuhi terkait desakan penetapan bencana nasional," kata Ngabalin kepada detikcom, Senin (1/10/2018).


Ngabalin juga mengatakan, sejak gempa itu terjadi, koordinasi bantuan dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah berjalan dengan baik. "Jadi konsentrasi ini yang memang harus dilakukan," katanya.

Dia juga mengatakan, dari koordinasi yang baik itu, upaya pemenuhan kebutuhan yang mendesak bagi korban gempa Sulteng tersebut bisa dilakukan dengan baik.

"Dari sarana hubungan komunikasi, tapi semua bisa teratasi oleh pemerintah, baik komunikasi, penerangan, kebutuhan bahan pokok, evakuasi korban, kebutuhan genset, dan lain-lain, semua terpenuhi yang sekarang dilakukan pemerintah. Karena itu, sekarang tidak ada alasan yang cukup jadi bencana nasional," katanya.


Ngabalin juga menanggapi adanya penilaian bahwa pemerintah dianggap tidak mampu mengatasi penanggulangan bencana di Sulteng. Dia mengatakan penilaian semacam itu bisa mengganggu konsentrasi pemerintah terkait penanganan bencana tersebut.

"Menanggapi penilaian orang bahwa pemerintah tidak sanggup, pemerintah lemah, ini semua adalah pernyataan yang menurut saya tidak boleh ada orang ganggu konsentrasi pemerintah, karena semua bisa teratasi," katanya.

Sementara itu, terkait dengan adanya bantuan dari luar negeri untuk bencana di Sulteng, Ngabalin mengatakan itu sebagai bentuk solidaritas antarnegara. Bantuan itu juga timbul karena adanya hubungan baik antara Indonesia dan negara-negara tersebut.

"Adapun bantuan luar negeri, ini kan apresiasi dan solidaritas hubungan diplomatik, hubungan negara sahabat yang dibangun Pak Jokowi dan presiden sebelumnya. Mereka menawarkan diri, bukan sekali. Dan Presiden memberikan apresiasi atas iktikad baik yang mereka tawarkan minta untuk berpartisipasi atas nama kemanusiaan," katanya.

Dia juga mengatakan Presiden Jokowi telah memerintahkan Menko Polhukam Wiranto dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir untuk menangani bantuan dari luar negeri itu agar bisa tepat sasaran.



Saksikan juga video 'Presiden Izinkan Bantuan Internasional untuk Gempa Palu-Donggala':

[Gambas:Video 20detik]

(jor/aan)