"Ini pertemuan informal di mana ini adalah pertemuan keluarga besar Hipmi. Keluarga besar Hipmi ini terdiri atas mantan Ketum yang ada 14. Hari ini ada 10 mantan Ketum yang duduk dari 14 orang. Mantan-mantan Ketua Umum ini saya minta kepada mereka semua supaya memberi tahu kepada seluruh lini pengurus atau anggota yang pada masanya itu untuk supaya bisa menjaga, menjaga persahabatan di area Hipmi yang di mana teman-teman dari Hipmi ini mempunyai kebebasan untuk memilih pilihannya," ujar mantan Ketum Hipmi, Sharif Cicip Sutardjo, di Jl Sriwijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018).
"Dia boleh di partai mana, boleh milih presiden yang mana, itu adalah hak masing-masing di antara anggota Hipmi dan alumni Hipmi. Tetapi yang kita jaga karena ini saya sangat concern adalah menjaga kesantunan dalam menjalankan kampanye-kampanye untuk memenangkan pilihannya," sambungnya.
Cicip menyarankan agar masyarakat tidak melihat antara Sandiaga dan Erick adalah sebuah peperangan. Dia juga mengatakan sesama anggota Hipmi tidak ada permusuhan. Semua dilakukan dengan cara persahabatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Cicip juga menyampaikan, Sandi dan Erick sudah sepakat untuk berpolitik dengan persahabatan. Mereka juga telah menyanggupi poin pembahasan rapat tadi, yaitu tidak menjelek-jelekkan satu sama lain.
"Ya itu, mereka (Sandi-Erick) ini salah satu ke depannya itu dalam berpolitik harus saling menjaga dengan value persahabatan, mereka siap," tutur Cicip.
Dia menuturkan hubungan Sandi dengan Ketua Kadin Rosan P Roeslani adalah partner bisnis yang sangat baik dan tidak terpisahkan. Begitu juga Sandi dengan Erick, yang telah bersahabat sejak lama. Menurutnya, pertarungan politik ini tidak akan merusak persahabatan ketiganya.
"Kalau kita bicara Sandi sama Roeslan, itu sama-sama partner bisnis berdua. Jadi mereka nggak mungkin dipisah. Jadi justru pasukan-pasukannya yang justru kita harus jaga, jangan sampai ngalor-ngidul. Termasuk Erick. Erick juga bersahabat dengan Sandi dari zaman sekolah. Jadi mereka nggak mungkin dipisahkan. Yang kita jaga justru teman-teman sekitar kita, pasukan masing-masing, harus dijaga, supaya jangan mereka yang berantem, padahal bos-bosnya tidak ada perkelahian," pungkasnya. (zap/nkn)











































