DetikNews
Senin 01 Oktober 2018, 21:39 WIB

Pro Kontra Kampanye Disetop Sementara Imbas Gempa Sulteng

Elza Astari Retaduari - detikNews
Pro Kontra Kampanye Disetop Sementara Imbas Gempa Sulteng Ketum Partai Demokrat SBY (Noval Dwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan saran kepada elite politik untuk menghentikan kampanye sementara guna menghormati korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Ide SBY menuai pro dan kontra.

Pernyataan SBY disampaikan dalam video berdurasi 3,20 detik seperti dilihat detikcom, Minggu (30/9/2018). SBY berdiri di depan kamera dengan latar peta Indonesia.

Dalam videonya itu, SBY juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo karena aksi cepatnya mengunjungi lokasi gempa. Usulan SBY lalu banyak dikomentari.

Cawapres yang diusung PD, Sandiaga Uno, menyatakan setuju. Bahkan pasangan capres Prabowo Subianto ini menunda kampanyenya di Sulawesi dan berencana datang ke Palu untuk mengunjungi korban gempa.


"Setuju. Jadi salah satu pertimbangan kami adalah, juga imbauan Pak SBY sebagai mentor kita, sebagai bapak bangsa ini beliau menyuarakan dan saya baru terhubung juga usulan beliau dan kita sangat sepakat dalam keadaan yang sulit ini," kata Sandiaga, Senin (1/10/2018).

"Kami memutuskan untuk mensuspensi kegiatan kampanye saya di Sulawesi untuk minggu ini, untuk menghormati rekan-rekan yang sekarang sedang berduka, saudara kita yang sedang kesulitan di Sulteng. Jadi agenda kampanye kita suspensi untuk sementara sambil menunggu perkembangan selanjutnya," imbuhnya.

Ma'ruf Amin mengaku juga setuju apabila ide SBY bisa direalisasi. Namun cawapres Jokowi ini mengingatkan agar sesuai aturan.

Pro Kontra Kampanye Disetop Sementara Imbas Gempa SultengSandiaga Uno (M Rofiq/detikcom)

"Nggak ada masalah mau dihentikan, dikurangi asalkan sepakat saja, asal sesuai kesepakatan saja, tapi itu sesuai aturan," kata Ma'ruf Amin di Serang, Banten, Senin (1/10).

"Kita lihat alasannya tepat nggak. Kalau memang alasannya tepat, kampanye nggak ada masalah, bisa panjang bisa pendek. Nggak ada masalah, aturannya boleh atau nggak," tambahnya.

Timses Prabowo-Sandiaga pada dasarnya sepakat dengan SBY. Hanya, kampanye bukan benar-benar disetop, melainkan disesuaikan.

"Jika mengacu pada ketentuan Pasal 276 UU Nomor 7 Tahun 2017, yang paling tepat bukanlah menghentikan jadwal kampanye, melainkan menyesuaikan format aktivitas kampanye dengan situasi pascabencana," sebut jubir Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman.


Berbeda dengan timses Prabowo-Sandi, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf justru mendukung usul SBY. Meski begitu, penghentian sementara dianggap baiknya hanya untuk wilayah Sulteng.

"Saya kira ini adalah ide yang baik, yang patut kita dukung. Penghentian sementara kampanye ini saya kira cukup di Sulawesi Tengah. Walaupun demikian, jika ada kampanye-kampanye di luar provinsi tersebut, tolong dengan cara tidak berlebihan dalam bingkai suasana keprihatinan tetap sejuk dan damai," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

Partai pengusung Jokowi-Ma'ruf pun sepakat dengan ide dari Presiden RI ke-6 itu, termasuk PDIP. Bahkan Golkar mengaku sudah menghentikan kampanye besar saat ini.

"Golkar amat berduka atas musibah yang terjadi di Sulawesi Tengah. Oleh sebab itu, apa yang dirasakan Pak SBY juga sudah dijalankan oleh Golkar, yaitu menghentikan sementara segala bentuk kampanye-kampanye besar," kata Ketua DPP Golkar Meutya Hafid.

Pro Kontra Kampanye Disetop Sementara Imbas Gempa SultengMa'ruf Amin (Lamhot Aritonang/detikcom)

PKS sebagai pengusung Prabowo-Sandiaga satu suara dengan SBY. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendukung usul dihentikannya sementara kampanye pemilu.

"Setuju. Tragedi Sulteng sangat berat. Dan wajar jika usul untuk menghentikan tiga hari kampanye seperti kita mengheningkan cipta. Fokus semua ke Palu," ucap Mardani.

Jokowi belum berkomentar soal usul ini. Namun pihak Istana sudah buka suara. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi saran SBY.

"Saran itu datang dari seorang mantan presiden yang sangat kami hormati. Itu sangat layak dan tepat," kata Ngabalin.


Mendagri Tjahjo Kumolo rupanya juga sepakat dengan SBY. Ia meminta KPU menghentikan sementara kampanye pemilu di Sulteng.

"Yang penting saya mohon pada KPU, jangan ada kampanye dulu. Setop. Mari kita empati pada warga yang kena musibah sambil lihat tahap yang berikutnya," pinta Tjahjo.

Mendapat permintaan seperti itu, KPU mengingatkan soal tahapan kampanye yang harus berjalan dengan jadwal yang sudah ditetapkan undang-undang. KPU mengatakan usul tersebut tidak bisa dilakukan.

"Tidak mungkin kita hentikan tahapan kegiatan kampanye. Sebagaimana aturannya kan masa kampanye itu diawali sejak tiga hari setelah penetapan DCT, sampai 13 April 2019. Jadi jelas, itu bunyi undang-undangnya," tegas komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Jadi kalau kemudian KPU diminta menghentikan kegiatan tahapan kampanye, itu hal yang tidak mungkin," tutupnya.
(elz/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed