Ini Fakta-fakta Terbaru Gempa-Tsunami Sulteng

Rivki - detikNews
Senin, 01 Okt 2018 20:38 WIB
Kondisi di Palu Senin (1/10/2018). (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 844 orang meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah. Sejumlah negara pun mulai menawarkan bantuan kepada Presiden Jokowi untuk turut andil membantu korban.

Berikut ini adalah sejumlah fakta penanganan gempa dan tsunami di Sulteng hingga Senin (1/10/2018) pukul 20.00 WIB.



1. Jumlah Korban Tewas Bertambah

Jumlah korban tewas gempa dan tsunami di Sulteng terus bertambah. Per Senin siang, jumlah korban tewas yang ditemukan sebanyak 844 orang.

"Data yang ditemukan dan diidentifikasi, jumlah korban tewas sebanyak 844 orang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Sedangkan Kapendam Kodam XIII Merdeka, Kolonel Inf M Thohir, mengatakan angka korban tewas mencapai 932 orang.

"Jumlah total korban saat ini 925 korban meninggal dunia, kemudian yang luka bertambah jadi 799, kemudian hilang 99. Rumah yang rusak 65.733," kata Thohir di Markas Korem 132 Tadulako, Senin (1/10/2018).

2. Ratusan Korban Diprediksi Masih Tertimbun di Balaroa dan Petobo

Kawasan Petobo dan Balaroa, Palu, 'ditelan' lumpur akibat fenomena likuifaksi pascagempa. Akibatnya, ratusan orang diduga terkubur dan evakuasi sulit dilakukan.

Dua wilayah ini merupakan yang paling parah terdampak gempa karena dilewati sesar Palu-Koro. Sejumlah rumah ambles di kawasan ini.

"Di Petobo, diperkirakan ratusan orang terkubur material lumpur. Saat gempa, muncul lumpur. Likuifaksi, lumpur keluar dari permukaan tanah karena ada guncangan," ucap Sutopo.



3. 18 Negara Tawarkan Bantuan

Jumlah negara yang menawarkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara bertambah. Kini setidaknya ada 18 negara yang mengulurkan tangan.

4. 114 WNA Berada di Palu-Donggala Saat Gempa

Data warga negara asing (WNA) yang berada di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami pembaruan. Kini disebutkan ada 114 WNA dari berbagai negara.

Berikut ini data 114 WNA seperti dijelaskan Sutopo:
- 1 WN Singapura sudah dievakuasi ke Jakarta
- 2 WA Belgia, satu orang sudah dievakuasi ke Jakarta dan satu belum diketahui keberadaannya
- 1 WN Korea Selatan kondisi belum diketahui, diduga posisi berada di bawah reruntuhan Hotel Roa Roa yang terkena gempa. Tadi sempat ditemukan 1 orang perempuan tapi bukan WN Korea
- 2 WN Prancis kondisi belum diketahui
- 1 WN Spanyol ada di Ternate dalam kondisi sehat dan selamat
-3 WN Malaysia, satu ada di bandara, satu luka di RS, dan satu ada di Poso kondisinya selamat
- 10 WN Vietnam berada di posko Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, kondisi aman. Ada kemungkinan sudah dievakuasi dengan pesawat Hercules ke Makassar
- 32 WN Taiwan, 15 di bandara, 17 di IAIN
- 21 WN China kondisi aman, ada di hotel
- 7 WN Sri Lanka aman dan sudah dihubungi kedutaan
- 9 WN Belanda kondisi aman dan ada di Donggala. Pagi tadi dihubungi Kedutaan Besar Belanda untuk menanyakan proses evakuasi. Jalur darat bisa ditempuh menuju Mamuju
- 20 WN Jerman, 2 orang di bandara, 1 orang aman, 17 orang aman di Donggala
- 1 WN Swiss kondisi aman di Donggala.

5. 1.425 Napi dan Tahanan di Sulteng Kabur Pascagempa

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menyebut total ada 1.425 narapidana (napi) dan tahanan yang kabur dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka kabur karena panik saat gempa terjadi.

"Isi total Sulteng 3.320 (orang), existing 1.795, sisanya yang nggak ada di tempat 1.425. Itu berdasarkan informasi pagi ini," ucap Sri Puguh saat jumpa pers. (rvk/rjo)