Dari 7 Gardu Induk Listrik di Sulteng, Hanya 2 yang Bisa Diperbaiki

Dari 7 Gardu Induk Listrik di Sulteng, Hanya 2 yang Bisa Diperbaiki

Nur Azizah - detikNews
Senin, 01 Okt 2018 18:33 WIB
Dari 7 Gardu Induk Listrik di Sulteng, Hanya 2 yang Bisa Diperbaiki
Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Pasokan listrik jadi persoalan serius dalam upaya penanggulangan bencana gempa bumi d Sulawesi Tengah. Untuk mengakalinya, pemerintah akan memperbanyak pengiriman pasokan genset ke lokasi terdampak gempa.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan supaya persoalan pasokan listrik bisa segera dipulihkan. Sebab, tanpa listrik aktifitas penanggulangan bencana tersebut tidak bisa maksimal.

"Karena tanpa listrik, tanpa energi maka semuanya redup. Rumah sakit tidak bisa beroperasi, telepon selular tidak bisa berfungsi, generator tidak bisa berjalan, kendaran juga tidak bisa beraktifitas. Makanya harus segera dipulihkan," kata Wiranto saat jumpa pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (1/10/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Terkait persoalan listrik ini, Wiranto mengatakan dia telah berkoordinasi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini M Soemarno. Kedua menteri itu dikabarkan sudah bertolak ke Palu, Sulteng untuk penanganan masalah listrik.

"Saya sudah berhubungan dengan Menteri ESDM (Ignasius Jonan) dan Menteri BUMN Bu Rini langsung meninjau ke sana bawa tim. Hari ini coba memperbaiki instalasi itu," katanya.

Wiranto mendapat laporan, seluruh gardu induk yang ada di Sulteng, yang berjumlah 7 unit, semuanya tidak bisa beroperasi. Bahkan sebanyak 5 gardu induk rusak total.


"Di sana ada 7 gardu induk yang semuanya mati. Yang bisa diperbaiki cuma dua karena masih utuh, tapi yang 5 tidak bisa. Jadi butuh waktu, butuh tenaga ahli," katanya.

Wiranto menambahkan, untuk mengakali pasokan listrik, sangat bergantung pada genset. Untuk itu, bantuan yang terus berdatangan saat ini salah satunya genset.

"Genset terus berdatangan, tapi tidak cukup. Ada 109 tempat penampungan, rumah sakit prioritas mendapatkan pasokan ini. Makanya kita butuh banyak pasokan genset," katanya.


Namun, persoalan lainnya yakni pasokan bahan bakar minyak. Ini juga menjadi perhatian serius, sebab tanpa BBM aktifitas terutama untuk pencarian dan evakuasi korban bisa terhambat.

"Genset butuh bahan bakar, ini juga langka. Presiden mengarahkan segera atasi bahan bakar. Datangkan pesawat-pesawat yang untuk penyamaan harga BBM ke Timika sementara arahkan ke situ. Untuk bensin dan solar. Tapi juga tidak cukup, sehingga dibutuhkan cara lain. Lewat darat juga dari Makassar, Mamuju, Gorontalo akan diarahkan ke sana," jelasnya. (jor/imk)


Berita Terkait