Berbuat Kriminal Saat Bencana, Polri: Hukumannya Lebih Berat

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 01 Okt 2018 17:43 WIB
Warga Palu Terpaksa Jarah BBM di SPBU (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Polri menegaskan orang yang melakukan tindak kriminal saat bencana dapat dijerat ancaman hukuman yang lebih berat daripada biasanya. Hal itu ditegaskan terkait aksi penjarahan oleh sekelompok warga terhadap toko elektronik.

"Semua yang melakukan kejahatan di saat bencana itu ada yang disebut dengan (unsur) pemberatan, (ancaman hukuman) sepertiga lebih berat dari ancaman biasa," tegas Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.



Hal itu disampaikan dia kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018).

Setyo menuturkan penjarahan tak hanya menimpa toko elektronik. Dia melihat ban sepeda motorpun jadi sararan jarah warga.



"Tidak benar adalah ketika mereka mengambil barang elektronik, bahkan saya lihat ada yang mengambil ban sepeda motor. Ini adalah kriminal murni harus dipahami masyarakat," ujar Setyo.

Sebelumnya diberitakan sejumlah personel TNI-Polri juga terus dikirim ke lokasi gempa untuk membantu para korban. Para personel juga akan terus meningkatkan pengamanan agar situasi di Sulteng tetap kondusif.




Tonton juga 'Pusat Informasi Tsunami Palu Ada di Jakarta, Surabaya dan Makassar':

[Gambas:Video 20detik]

(aud/rvk)