Sebarkan Teladan Bung Hatta, BHACA Ajak Mahasiswa Lawan Korupsi

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 01 Okt 2018 17:04 WIB
Acara roadshow Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) bersama detikcom di FH Undip Semarang, (12/9) (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta - Di masa sekarang ini, berharap ada sosok pemimpin jujur dan bersih seperti Bung Hatta laksana mencari jarum di tumpukan jerami. Ada ratusan pejabat negara terjerat kasus korupsi dan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun bukan berarti sosok Bung Hatta yagn sederhana tak bisa 'dilahirkan' kembali. Sosok Bung Hatta masa depan bisa tercipta dari generasi muda, para mahasiswa dan pelajar saat ini.

Kepada generasi muda itu selama September kemarin, Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) mengampanyekan gerakan anti-korupsi. Gerakan dilakukan dengan menggelar roadshow diskusi musikal anti-korupsi "Bung Hatta Jawa-Bali Tour 2018" di 11 kota dan universitas pada 3-27 September 2018. Menggunakan bis besar bergambar Bung Hatta muda, BHACA berkeliling ke-11 perguruan tinggi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.



Sekitar 3.500 mahasiswa dari 11 universitas terlihat antusias menghadiri perpaduan diskusi interaktif dengan pementasan musik yang dipandu oleh band Sisters in Danger, peraih Most Popular Award dari UN Women tahun 2017 lewat lagu 16 Oranges.

Narasumber tamu dalam roadshow ini adalah jajaran pimpinan KPK seperti Agus Rahardjo (Ketua), Alexander Marwata (Wakil Ketua), Saut Situmorang (Wakil Ketua), Laode M. Syarif (Wakil Ketua), serta Budi Santoso dan Sarwono Soetikno (penasehat). Selain itu, koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, akademisi UI Bagus Takwin hingga dua putri Bung Hatta, yaitu Meutia Hatta dan Halida Hatta ikut serta menyebarluaskan nilai-nilai hidup Bung Hatta yang patut diteladani.

Meutia dan Halida berbagi ajaran hidup yang diberikan Bung Hatta ketika mereka kecil dan remaja. Proklamator dan Wakil presiden Indonesia pertama ini mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang jujur, konsisten, toleran, serta bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan dan diucapkan. Keduanya berharap mahasiswa memiliki dan mengamalkan nilai-nilai Bung Hatta tersebut agar menjadi pribadi yang terhindar dari korupsi di masa mendatang.



Ketua KPK Agus Rahardjo, mengimbau lingkungan kampus menjadi island of integrity, mulai dari mahasiswa, penyelenggaraan dan tata kelola pendidikan. Sikap anti-korupsi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti, tidak membiasakan menitip absen, copy and paste atau menjadi plagiator.

"Anda kalau jadi panitia, proposal dipertanggungjawabkan dengan jujur, jangan uangnya kemudian dihabiskan. Jadi, hal-hal kecil harus dimulai dalam kehidupan sehari-hari," kata Agus saat berbicara di Universitas Surabaya pada Jumat 21 September 2018 lalu.

Mahasiswa UIN Malang bersama BHACA dan KPK menunjukkan komitmennya untuk melawan korupsi dengan melakukan Deklarasi Anti-Korupsi Indonesia. Deklarasi dilakukan sebelum diskusi musikal anti-korupsi dimulai di Gedung Ir. Soekarno pada Rabu, 19 September 2018.

Dalam deklarasi yang mengutuk keras tindakan korupsi ini, mahasiswa menyatakan diri untuk tidak akan melakukan korupsi, bersama berbagai pihak melawan korupsi, dan bertekad menjadikan bangsa Indonesia bersih dari korupsi dan juga toleran.

Salah satu pendiri BHACA, Sharmi Ranti, akan tercipta Bung Hatta-Bung Hatta muda dari para mahasiswa Indonesia. "Melalui diskusi ini, kami berharap tercipta Bung Hatta-Bung Hatta muda yang menjadi inspirasi bagi sesama dan pemimpin bangsa yang bebas korupsi di masa depan," kata dia seperti dikutip dari rilis BHACA Senin, 1 Oktober 2018.





Tonton juga 'Mengenal Keteladanan Bung Hatta':

[Gambas:Video 20detik]

(erd/jat)