detikNews
Senin 01 Oktober 2018, 12:39 WIB

Ribuan Napi Kabur di Sulteng Diberi Waktu 1 Minggu untuk Lapor

Yulida Medistiara - detikNews
Ribuan Napi Kabur di Sulteng Diberi Waktu 1 Minggu untuk Lapor Ilustrasi kondisi di Sulawesi Tengah seusai gempa dan tsunami. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Ribuan narapidana (napi) dan tahanan kabur pascagempa di Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka diberi waktu 1 pekan untuk melaporkan diri apabila tidak ingin diburu.

"Kami mencoba membuka posko di rutan dan lapas Palu untuk sekaligus mendata. Waktu yang diberikan sebelum nanti kami melakukan pencarian, tentunya bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait, kita berikan waktu untuk 1 minggu melaporkan kembali," ucap Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Sri Puguh Budi Utami saat jumpa pers di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Setelah waktu 1 minggu nanti, Sri Puguh menyebut akan dibentuk satuan tugas untuk memonitor kondisi tersebut. Namun, dalam waktu seminggu ini, Sri Puguh memastikan jajarannya juga proaktif mencari serta mengimbau para napi dan tahanan kembali ke sel.




"Untuk petugas yang ada di sana, sudah mulai diberikan penguatan untuk pendataan, mengimbau mereka kembali dengan cara-cara persuasif," ujar Sri Puguh.

"Kemarin saya lihat mereka (para napi) lapor dan izin keluar karena makanan di dalam sedang kosong. Hal-hal seperti itu yang kami pertimbangkan, putuskan. Takutnya ada yang meninggal," sambung Sri Puguh.

Sebelumnya, Sri Puguh menyebut total napi dan tahanan di Sulteng 3.320 orang. Dari jumlah itu, 1.795 orang di antaranya masih berada di balik jeruji, sisanya yang kabur sebanyak 1.425 orang.



Saksikan juga video 'Masa Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari di Sulteng':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com